LIMBOTO – Potensi sumber daya alam Kabupaten Gorontalo kembali dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Setelah dikenal sebagai destinasi wisata alam, Taluhu Barakati kini memasuki babak baru melalui pemanfaatan sumber mata air pegunungannya untuk produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Pro-ST.
Peluncuran produk perdana tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Perumda Tirta Limutu pada Minggu (14/6/2026), sebagai bagian dari strategi hilirisasi potensi lokal dan penguatan ekonomi daerah berbasis sumber daya alam.
Langkah ini sekaligus menandai transformasi Taluhu Barakati dari sekadar objek wisata menjadi sumber produk unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengatakan bahwa Pro-ST merupakan produksi perdana Perumda Tirta Limutu di sektor air minum dalam kemasan.
Menurutnya, pengembangan usaha tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi lebih inovatif, produktif, dan mampu menciptakan nilai tambah dari potensi yang dimiliki daerah.
“Ini merupakan produksi perdana PDAM Tirta Limutu. Ke depan akan terus kami kembangkan dengan berbagai jenis dan ukuran kemasan sesuai kebutuhan pasar,” ujar Sofyan.
Ia menambahkan, pengembangan produk lokal menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah.
Salah satu keunggulan Pro-ST terletak pada sumber airnya yang berasal dari kawasan pegunungan Taluhu Barakati di Kecamatan Batudaa.
Selama ini, kawasan tersebut dikenal memiliki sumber mata air alami dengan kualitas yang baik dan kandungan mineral alami yang mendukung produksi air minum berkualitas.
Selain berfungsi sebagai destinasi wisata, Taluhu Barakati dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat produksi berbasis sumber daya alam lokal yang memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan.
Dengan pemanfaatan sumber air tersebut, pemerintah berharap Taluhu Barakati dapat menjadi ikon baru pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Meski telah resmi diperkenalkan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Perumda Tirta Limutu masih menyelesaikan sejumlah persyaratan teknis dan administratif sebelum produk dipasarkan secara luas.
Proses yang sedang dilakukan meliputi sertifikasi mutu, izin edar, sertifikasi halal, serta berbagai tahapan uji laboratorium guna memastikan kualitas dan keamanan produk.
Sebagai tahap awal, Pemkab Gorontalo akan mendorong penggunaan Pro-ST di lingkungan pemerintah daerah, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), kantor kecamatan, kelurahan, hingga pemerintah desa.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat pasar awal sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal.
Direktur Perumda Tirta Limutu, Tomy Hendra Said, menjelaskan bahwa pengembangan usaha AMDK bermula dari gagasan pemerintah daerah untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Gorontalo.
Saat ini fasilitas produksi Pro-ST mampu menghasilkan sekitar 400 karton dalam tujuh jam operasional, dengan target produksi mencapai 5.000 karton per bulan.
Menurut Tomy, pihaknya juga tengah mempercepat proses perizinan dan sertifikasi agar produk dapat segera dipasarkan ke masyarakat secara lebih luas.
Bupati Sofyan menegaskan bahwa keberhasilan Pro-ST tidak hanya bergantung pada kualitas sumber air, tetapi juga pada profesionalisme pengelolaan usaha.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga standar mutu produk, memperkuat strategi pemasaran, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang sehat dan akuntabel.
“Kualitas dan standar produk harus dijaga. Begitu pula manajemen produksi, pemasaran, operasional hingga pengelolaan keuangan harus dilakukan secara profesional agar usaha ini dapat berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.
Kehadiran Pro-ST menjadi simbol transformasi ekonomi daerah yang memanfaatkan kekayaan alam secara produktif. Jika selama ini Taluhu Barakati dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, kini sumber mata airnya mulai memberikan nilai tambah melalui produk ekonomi yang berpotensi memperkuat pendapatan daerah, menciptakan lapangan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gorontalo.













