Yayasan Pendidikan Raden Syahid Ngawi Gelar Prosesi Kirab hingga Wayang Orek-orek

DAILYPOST.ID , Ngawi – pada Sabtu 27 Agustus 2022 Yayasan Pendidikan Raden Syahid Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menggelar perayaan budaya yang bertajuk ‘Krapyakan Wali Pitu Atmojo 664’.

Tajuk itu diambil mengingat tahun ini Kabupaten Ngawi tengah berusia 664 tahun, usia yang tak lagi muda, tentunya banyak harapan yang baik pula.

Biasanya gelaran budaya itu berlangsung di Dusun Pramesan, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Namun tahun 2022 ini gelaran itu berlangsung di lapangan Merdeka Desa Ngancar, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi.

didalam gelaran tersebut turut dimeriahkan oleh penampilan Reog Ponorogo, Karawitan Eka Langgeng Budaya, Wayang Ketoprak orek-orek oleh Ki Gojes Dulegmejo, Sholawat Bumi Pitu dan Bruncahan Lawuhan.

Perlu diketahui, Krapyakan itu artinya pengayoman dulu ada historis pengorbanan wali yang membantu menentramkan desa desa yang ada dipinggiran aliran Bengawan solo, Minggu (28/8/22).

“Budaya ini digelar sebagaimana kita mengingat jasa jasa beliau, menggugah naluri leluhur agar masuk ke dalam sanubari kita, ” kata Miftahul Huda ketua Panitia.

Huda menjelaskan, rangkaian acara ini dibuka dengan mengirabkan Pusaka dari Dusun Pramesan hingga Lapangan Merdeka Desa Ngancar oleh rombongan Senopati, Srikandi, Punokawan dan Hanoman, urainya.

Kesakralan itu sangat terasa ketika pas wayah para senopati dan srikandi yang berpakaian kejawen (Jawa) mengitari tumpeng hasil bumi ditengah lapangan.

“Selepas mengitari tumpeng, para pengikut Senopati dan Srikandi beserta ratusan anak didik Yayasan Pendidikan Raden Syahid berjalan beriringan hingga membentuk angka 664,”katanya.

Mas Huda begitu sapaan akrabnya menceritakan sedikit bibit Kawit (Asal mula) kegiatan ini berawal dari gagasan teman-teman Yayasan Raden Syahid yang kepingin membuat suatu event budaya.

“Gelaran budaya ini untuk memuliakan para wali yang dulu melakukan ritual bertapa, tirakat di pinggiran Bengawan solo seperti Sunan Kalijaga, Syech Jangkung dan Sunan Giri,” tutup Huda.

Ony Anwar Harsono Bupati Ngawi menyampaikan, tradisi baik seperti ini jangan ditinggalkan memang harusnya di uri uri atau dilestarikan sebagai penyemangat dan terus berinovasi mencari kegiatan yang efektif efisien untuk suatu daerah yang lebih maju.

Dengan adanya kegiatan seperti ini Pun juga berdampak pada masyarakat umum pasalnya mereka yang berjualan disini kelarisan, “Ekonomi kerakyatan mulai bangkit, setelah dua tahun terganjal pandemi,” kata Bupati Ngawi.

Ia juga menambahkan, kita semua berkewajiban menjaga keutuhan kesatuan Republik Indonesia (RI) salah satunya melalui gelaran budaya seperti ini.

“Harus bersyukur pada dasarnya negara kita utuh gemah Ripah Loh Jinawi, Tentram Karta Raharja,” tutupnya.(Daily16)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia