Gorontalo – Kabar baik datang bagi masyarakat Provinsi Gorontalo. Alokasi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi untuk tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Rusli Habibie atas perjuangannya di tingkat pusat sehingga Gorontalo mendapatkan tambahan kuota Solar.
Penambahan alokasi yang ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencapai 5.400 kilo liter dibandingkan tahun 2025 yang hanya sebesar 43.530 kilo liter.
Dengan tambahan tersebut, total kuota Solar untuk Gorontalo pada tahun 2026 meningkat menjadi 48.939 kilo liter (KL).
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap peningkatan kuota ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor-sektor yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi.
Beberapa sektor yang akan merasakan dampak langsung antara lain:
- transportasi
- pertanian
- perikanan
- pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
Ketersediaan Solar yang cukup dinilai akan membantu memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah di Gorontalo.
Gubernur Gusnar Ismail menilai penambahan kuota tersebut merupakan hasil dari komunikasi dan koordinasi yang intens antara pemerintah daerah dengan perwakilan rakyat di tingkat pusat.
Menurutnya, ketersediaan Solar yang memadai akan berdampak positif terhadap stabilitas harga serta kelancaran distribusi barang dan jasa di daerah.
“Ini adalah kabar baik dan berkah bagi masyarakat Gorontalo, terima kasih Pak RH. Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap tambahan kuota ini dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran, diawasi dengan baik, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berhak menerima,” ujar Gusnar.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga distribusi BBM agar tetap tepat sasaran.
“Sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus terjalin demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” tambahnya.
Dengan meningkatnya alokasi Solar bersubsidi, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar. Distribusi logistik yang lebih stabil, produktivitas sektor pertanian dan perikanan yang meningkat, serta kelancaran transportasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Tambahan kuota ini juga diharapkan mampu mengurangi potensi kelangkaan BBM bersubsidi yang selama ini menjadi keluhan sebagian masyarakat.















