,Trenggalek – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk dan KB) Kabupaten Trenggalek, dr Sunarto menyampaikan sesuai dengan bulan timbang Februari kemarin angka stunting sudah 6,7%. Sebelumnya di tahun 2022 sebanyak 7,9%.
Kadinkes yang baru dilantik itu menambahkan upaya pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting dengan meningkatkan pelayanan dan kualitas pelayanan.
“Kita tingkatkan daya pelayanan utamanya ditingkat para kader. Sedangkan spesifik terhadap anak, mulai dari sebelum lahir. Calon pengantin kita siapkan, ibu hamil kita siapkan kemudian salah satunya sebelum hamil,” ujar dr Sunarto, di Graha Among Tani, Agropark Trenggalek, Jumat (2/6/2023).
Lanjutnya dr Sunarto, “Kita cegah perkawinan anak, kemudian ketika lahir diberikan ASI eksklusif, kemudian makanan pendamping ASI secara tepat. Bagi yang sudah mengalami penurunan berat badan atau gangguan gizi, kita berikan makanan tambahan,” imbuhnya.
Dalam penanganan stunting tersebut Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 2,3 Miliar untuk ibu hamil dan Rp. 3,5 miliar untuk anaknya.
“Jadi totalnya sekitar 5,5 miliar,” tutupnya. (Sar)












