Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi, mendapat sambutan adat mopotilolo setibanya di Bandara Djalaluddin, Rabu (08/04/2026). Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai bentuk penghormatan bagi pejabat negara yang pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo.
Kedatangan Wamentrans disambut langsung oleh Gusnar Ismail di area VIP bandara lama. Viva Yoga tiba sekitar pukul 09.00 WITA menggunakan pesawat dari maskapai Garuda Indonesia, didampingi sejumlah pejabat Kementerian Transmigrasi, di antaranya Sekretaris Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Wibobo Puji Raharjo serta Direktur Pengembangan Kawasan Transmigrasi Elis Sampe Andi.
Prosesi mopotilolo merupakan tradisi adat Gorontalo yang sarat nilai filosofi dan penghormatan. Penyambutan ini dilaksanakan oleh para pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa, yakni dewan adat dari lima negeri adat di Gorontalo.
Rangkaian adat diawali dengan mopodungga lo adati, berupa penyampaian petuah dan kata-kata bijak dalam bahasa Gorontalo. Tahapan berikutnya adalah mopodungga lo uyilumo, yaitu prosesi mempersilakan tamu untuk menikmati minuman sebagai simbol penerimaan. Tamu juga disuguhi aneka kue tradisional yang memiliki makna simbolis, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa.
Prosesi adat ditutup dengan mongabi, yakni pernyataan resmi dari tokoh adat yang menandakan bahwa tamu negara telah diterima secara adat dan mendapatkan restu untuk melakukan kunjungan di Gorontalo.
Dalam agenda kerjanya, Viva Yoga dijadwalkan berada di Gorontalo selama tiga hari. Usai penyambutan, ia bersama Gubernur Gusnar Ismail dan rombongan langsung menuju kawasan transmigrasi di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.
Pada hari kedua, Wamentrans akan melanjutkan kunjungan ke kawasan transmigrasi di Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara. Selain meninjau program transmigrasi, ia juga dijadwalkan meresmikan rehabilitasi SDN 14 Sumalata serta tanggul Sungai Desa Bulontiyo Timur.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan kawasan transmigrasi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Gorontalo.
















