, Gorut – Wabah Pandemi Covid-19, bukan hanya berdampak negatif pada sisi sosial kesehatan, tetapi juga berdampak buruk dari sisi sosial ekonomi masyarakat, baik dari tingkat pusat hingga tingkat desa.
Salah satu desa yang merasakan dampak ini adalah Desa Mootinelo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut). Terutama masyarakat dari unit terkecil rumah tangga. Rata-rata dari mereka mengalami penurunan pendapatan secara ekonomi. Ditambah lagi, minimnya pemahaman dalam mengatur sistem keuangan rumah tangga yang diperparah dengan situasi dan kondisi mental akibat wabah Covid-19.
Guna meminimalisir hal tersebut, Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SAG) yang mengabdikan dirinya di Desa Mootinelo melalui Kuliah Kerja Sosial-Dari Rumah (KKS-DR) menggelar Workshop Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (08/04/2021).
“Kegiatan ini kami selenggarakan atas dasar empati serta kegelisahan akademik-sosial kami dalam merespon dampak permasalahan covid-19 terhadap masyarakat yang berada di desa mootinelo, pertama akibat dari wabah ini pendapatan masyarakat setempat menurun dan kedua masyarakat setempat di perhadapkan dengan masalah sosio-psikologis yang belum siap secara mental menerima keberadaan wabah yang merugikan banyak orang ini,” ungkap salah satu mahasiswa KKS-DR.
“Adapun output kegiatan ini diharapkan agar masyarakat di Desa Mootinelo bisa memanajemenisasi sistem Keuangan Rumah Tangga Masyarakat selama masa Pandemi Covid-19 ini untuk menjadi lebih baik,” lanjutnya.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa dan Lembaga BPD setempat itu, berlangsung di Aula Kantor Desa Mootinelo, dengan Tema “Meningkatkan Literasi Manajemen Keuangan Rumah Tangga Masyarakat di era Pandemi Covid-19”.
Workshop ini turut mengundang unsur pejabat penting, baik dari daerah maupun kecamatan, yakni Wakil Bupati Gorut; Thariq Modanggu dan Camat Kwandang; Ibrahim K. Tomelo.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Gorut Thariq Modanggu yang dipercayakan sebagai narasumber, mengapresiasi kegiatan yang implentasinya berbasis masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, yang mana tema workhsop ini sejalan dengan Visi saya sebagai Wabup serta searah dengan program-program Pemerintah Daerah Gorut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Thariq yang merupakan salah satu pendidik (Dosen) yang pernah berkiprah di dunia Kampus Peradaban Islam IAIN SAG.
Dirinyapun memaparkan, problematis ekonomi yang dialami masyarakat akibat Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama. “Sebagai peran pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, tentu saja ini menjadi tanggung jawab kita bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

“Salah satu opsi peningkatan ekonomi bagi masyarakat Desa se-Kecamatan Kwandang, dengan cara memanfaatkan lahan kosong dengan program One Village One Garden (Satu Desa Satu Kebun), harapannya mahasiswa KKS-DR bisa bekerjasama dengan aparat desa dan rema muda untuk mencari lahan kosong guna dikembangkan dalam menunjang ekonomi masyarakat Desa Mootinelo lebih khusus dapat memulihkan ekonomi Rumah Tangga masyarakat,” tutup Thariq. (rsl)













