Marten Taha Jadi “Penyejuk” Hubungan Lamahu dan KKIG Sulteng

Dailypost.id
Marten Taha Jadi "Penyejuk" Hubungan Lamahu dan KKIG Sulteng
foto: istimewa

DAILYPOST.ID , Sulteng – Di sela-sela agenda APEKSI Komwil VI, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menyempatkan diri hadir bersama warga Lamahu dan KKIG Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (13/07/2022).

Kehadiran Marten Taha kala itu, rupanya bukan hanya dinantikan pengurus dan anggota APEKSI Komwil VI saja. Akan tetapi seluruh pengurus dan anggota baik Lamahu dan KKIG Provinsi Sulteng.

Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Rencana kedatangan Waketum Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPP APEKSI itu, ternyata sudah terendus oleh warga Gorontalo yang berada di luar daerah, tepatnya di Kota Palu.

Baca Juga:   Marten Taha Bersama Wali Kota se-Indonesia Laksanakan Tanam Tabebuya pada Rakernas APEKSI XVI

Rasa haru diungkapkan Marten Taha, usai mengetahui bahwa kedatangannya telah ditunggu-tunggu seluruh warga Lamahu dan KKIG Sulteng.

Sebelumnya, Marten Taha sempat menerima informasi mengenai hubungan Lamahu dan KKIG Sulteng yang terkesan tidak harmonis.

Maka dari itu, kehadirannya di tengah Lamahu dan KKIG Sulteng diharapkan menjadi “Penyejuk” tersendiri bagi kedua organisasi ini.

Diketahui, Marten Taha awalnya menghadiri undangan Lamahu dan KKIG di tempat terpisah. Hal itu ia lakukan demi mewujudkan apa yang diharapkan.

Awalnya, Marten Taha, memenuhi undangan Lamahu. Usai kegiatan itu, ia bergegas hadir pada undangan KKIG, namun di acara KKIG Marten Taha sengaja mengajak sejumlah anggota Lamahu untuk hadir bersama.

Sontak, harapannya menjadi “Penyejuk” di antara Lamahu dan KKIG Sulteng mulai terlihat. Mereka mulai terlihat kompak dan solid pasca mendengar sambutan dari orang nomor satu di Kota Gorontalo tersebut.

Baca Juga:   Marten Taha: PPK adalah Poros dan Panglima Demokrasi

“Tak ada yang membedakan kita semua baik Lamahu dan KKIG, “Ito Nga’amila Mohutato” kami semua bersaudara. Harmonisasi seluruh masyarakat Gorontalo, yang sudah tinggal di Provinsi Sulawesi Tengah ini harus dijaga,” ucap Marten.

“Dan melalui agenda ini, kita bisa lihat begitu bermakna kekeluargaan yang tercipta pada perkumpulan seluruh masyarakat Gorontalo, yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah,” sambungnya.

Marten Taha Jadi "Penyejuk" Hubungan Lamahu dan KKIG Sulteng
foto: istimewa

“Saya sendiri sangat bangga dan bahagia, disambut dengan ramah oleh masyarakat Gorontalo yang ada di Kota Palu. Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gorontalo, yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Marten menutup sambutannya.

Sementara itu, Ketua KKIG Sulteng, Saiful Abdullah mengakui, memang ada sedikit persoalan kecil antara dua organisasi tersebut. Namun hal itu tidak dianggap sebagai masalah besar karena merupakan hal yang lumrah.

“Memang ada sedikit persoalan, seperti yang di KKIG sudah ke Lamahu dan demikian pula sebaliknya. Akan tetapi, itu bukan sebuah masalah atau persoalan besar, karena pada intinya kita semua tetap sama, warga Gorontalo.  Kami sangat bangga dan senang, bisa satu wadah baik Lamahu dan KKIG bersama dengan Pak Marten. Dan ini sebuah penghargaan besar bagi kami warga Gorontalo di Provinis Sulawesi Tengah, bisa bersama Pak Wali Kota Gorontalo,” tukasnya.

Baca Juga:   BKPP Kota Gorontalo Gelar Ujian Dinas Kenaikan Pangkat

“Karena sangat jarang terjadi momen seperti ini, pejabat dari Gorontalo bersedia bertemu dengan masyarakat Gorontalo yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah,” tutup Saiful. (adv/rls/daily02)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia