, Bone Bolango– Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin dekat, sehingga berbicara seorang pemimpin masih menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas. Terlebih para figur yang akan menjadi wakil rakyat untuk duduk di parlemen. Maka dapat memilih pemimpin yang baik akan membawa daerah dan bangsa tercinta ini untuk mewujudkan cita-cita sesuai amanat undang-undang dasar.
Rey Damiti, sosok pemuda dari Utara Kabupaten Bone Bolango, yang dikenal sosok yang sederhana serta sangat tajam dan berani mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Lahir di Gorontalo, 21 Februari 1992. Ia merasa terpanggil untuk bagaimana memperjuangkan hak-hak rakyat yang selama ini tak mampu di dengar oleh kalangan atas. Menjadi keterwakilan dari Tapa-Bulango tak hanya sebatas tulisan yang terterah di baliho namun membukti dengan sikap dan kerja keras.
Dirinya menjadi salah satu pemuda milineal yang bergabung dengan Partai Nasdem sebagai calon DPRD Kabupaten Bone Bolango Dapil VI Tapa-Bulango. Ir. Rey Damiti, ST., IPP berasal dari Desa Tuloa, Kecamatan Bulango Utara, Bone Bolango. Rey Damiti pernah menempuh pendidikan SDN Longalo, SMPN 2 Tapa, lalu SMKN 1 Gorontalo. Kemudian menempuh perguruan tinggi di Universitas Negeri Gorontalo, jurusan Teknik Sipil, serta melanjutkan jurusan program studi, program Profesi Insinyur di Universitas Tadulako dan sementara melakukan studi, jurusan Sains Data di Universitas Insan Cita Indonesia.
Tak hanya jelas dalam pendidikan ia juga aktif dibeberapa organisasi pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Teknik UNG, periode 2017-2019. Tergabung pada Departemen Pertambangan, Migas dan Minerba HMI BADKO Sulutgo, dan juga sebagai Ketua Harian LSM LIPAN-SDA, serta Sekretaris Forum Insinyur Indonesia (PII), serta tergabung dalam Badan Permusyawaratwan Desa Tuloa dan sekarang mengemban sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Nasdem Bulango Utara.
Menurut Rey Damiti menjadi seorang pemimpin harus mampu mengukur hasil dan mengevaluasi kemanfaatan dari kepemimpinannya.
Dengan tegas dan penuh semangat ia mengatakan kepemimpinan itu diniatkan untuk Ibadah, kekuasaan sifatnya hanya sementara, dan komitmen untuk memberikan manfaat untuk orang banyak adalah kunci utama.
“Menjadi pemimpin apalagi wakil rakyat bukan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri apabila sudah duduk di dewan namun terus memperjuangkan aspirasi rakyat,” ungkapnya dengan penuh dedikasi.
Tidak menunggu duduk dulu baru bekerja Rey Damiti telah melakukan berbagai persoalan yang mengarah kepada kepentingan rakyat. Dirinya telah membantu puluhan masyarkaat Kecamatan Bulango Ulu dalam pengurusan pemberkasan yang terhambat masalah administrasi dalam hal pengurusan tanah yang terkena pengerjaan Bendungan Bulango Ulu.
Berbagai bantuan bahan pokok telah ia salurkan, berbagai aspirasi rakyat telah ia kawal sampai dirasakan masyarakat. Banyak rakyat miskin terbantu tanpa menunggu uluran tangan pemerintah ia mengeluarkan dari kantongnya sendiri. Semata-mata untuk rakyat itu sendiri. Hingga kini ia tetap berjuang, berbagai permasalahan yang ia mampu tuntaskan tak hanya pamor semata. Alih-alih mengatas namakan kepentingan rakyat namun merampas lebih banyak hak-hak rakyat.
Semua tergantung rakyat, mendaratkan pilihannya pada sosok figur yang seperti apa untuk menjadi wakilnya, apakah figur yang hanya datang sekali, dibayar dengan Rp100.000 untuk mengais banyak materi untuk dirinya sendiri selama lima tahun atau pemimpin yang benar-benar mementingkan rakyat.
(Jefri Potabuga)













