https://wa.wizard.id/003a1b

Rupiah Menguat di Awal Pekan

Dailypost.id
Karyawan tengah menghitung pecahan 100 dolar Amerika di penukaran valuta asing di Jakarta, 4 Oktober 2023. Tempo/Tony Hartawan

DAILYPOST.ID Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka pada posisi Rp15.510 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (20/8) pagi. Mata uang Garuda mencatatkan penguatan sebesar 39 poin atau 0,25 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan tren positif bagi rupiah yang turut didorong oleh pergerakan mata uang Asia lainnya.

Kenaikan rupiah tidak berdiri sendiri. Mata uang Asia lainnya juga menunjukkan tren penguatan. Baht Thailand naik 0,30 persen, dolar Hong Kong bertambah 0,03 persen, peso Filipina menguat 0,15 persen, yuan China naik 0,28 persen, won Korea Selatan bertambah 0,60 persen, yen Jepang naik 0,47 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,44 persen. Kinerja positif mata uang Asia ini mencerminkan sentimen pasar yang lebih baik di kawasan.

Sementara itu, mata uang utama negara maju menunjukkan pergerakan yang lebih bervariasi. Poundsterling Inggris dan euro Eropa masing-masing mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,01 persen dan 0,02 persen. Franc Swiss mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen, sedangkan dolar Australia mengalami penurunan sebesar 0,01 persen. Dolar Kanada mencatatkan kenaikan kecil sebesar 0,01 persen.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah ini terkait dengan pelemahan dolar AS. “Dolar AS melanjutkan pelemahan setelah data aktivitas ekonomi ke depan, leading index yang sangat lemah,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com. Menurut Leong, data Leading Economic Index (LEI) yang kurang optimis telah memberikan tekanan pada dolar AS.

Leong memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.500 hingga Rp15.600 per dolar AS pada hari ini. Kenaikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam konteks stabilitas nilai tukar dan daya beli masyarakat.

Penguatan rupiah berpotensi memberikan beberapa manfaat untuk perekonomian Indonesia, termasuk penurunan biaya impor dan peningkatan daya beli konsumen. Namun, penguatan mata uang juga perlu diimbangi dengan kebijakan ekonomi yang bijaksana untuk memastikan stabilitas jangka panjang dan mencegah potensi dampak negatif terhadap sektor ekspor.

Kenaikan nilai tukar rupiah di tengah penguatan mata uang Asia lainnya menunjukkan optimisme pasar dan dapat menjadi indikasi positif bagi investasi dan perdagangan internasional Indonesia. Pemerintah dan pelaku pasar diharapkan tetap memantau perkembangan ekonomi global untuk mengambil langkah-langkah strategis guna memanfaatkan momentum ini.

(d09)
Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version