, Limboto– Pernyataan Ketua Fraksi Golkar Iskandar Mangopa, yang secara gamblang mengakui peristiwa perempuan bercadar di DPRD Kabupaten Gorontalo adalah setingan atau skenario, yang saat ini beritanya beredar di berbagai media online dan media sosial sungguh sangat mengundang atensi seluruh Rakyat Gorontalo.
Menurut salah satu aktivis Gorontalo, Fanly Katili, pernyataan dan pengakuan Iskandar Mangopa ini cukup mengagetkan, dirinya mengaku sama sekali tidak menyangka ada oknum-oknum anggota dewan yang jalan berpikirnya sampai seperti itu.
“Saya Kaget ketika ada anggota dewan yang secara blak-blakan memberi pernyataan seperti yg dalam video kini telah Viral ini,” kata Fanly.
“Entah tudingan itu benar atau tidak adanya, yang tahu hanya Allah dan teman-teman anggota dewan. Namun yang jelas indikasi bahwa kasus ifana yang tiba-tiba berani mengangkat privacynya ke Publik dengan Prof Nelson menurut saya itu sangat “mahal” dan dengan pengakuan Oknum Aleg DPRD ini takutnya akan semakin menambah kecurigaan publik bahwa kasus ini sengaja di desaign utk menjatuhkan Bupati Nelson Pomalingo,” tambahnya.
Oleh karena itu, Fanly Katili sangat menyesali ulah oknum-oknum Aleg yang bermental seperti ini. Menurutnya, jika ini dibiarkan maka pembangunan dan kemajuan Kabupaten Gorontalo akan mandek hanya karena ulah para Wakil Rakyat yang mentalnya seperti ini. Meskipun memang dalam dunia politik itu sah-sah saja praktek-praktek seperti ini terkesan memang lumrah dalam politik.
Namun, sambung Fanly lagi, ketika masalah Privacy Rumah tangga yang dijadikan sebagai alat instrumen untuk menjatuhkan kepala daerah dengan menggunakan kekuatan lembaga DPRD maka sangat miris sekali.
“Dan saya juga ingin memastikan bahwa apakah kita semua yang ada juga teman-teman aleg yang begitu Gencar mempublish masalah pribadi Bupati ini apa sudah yakin benar-benar suci??? Secara pribadi saya berprinsip bahwa hampir tidak ada manusia yang tidak mempunyai masa lalu yang suram ataupun yg tidak mempunyai aib,” ucap Fanly.
Menurutnya, praktek politik murahan seperti ini mungkin adalah sesuatu yg lumrah dalam politik, namun ia berharap tidak akan terjadi lagi di bumi Gorontalo. Sebab masih banyak persoalan-persoalan rakyat yang sangat membutuhkan komitmen para Aleg untuk dituntaskan.
“Kenapa hanya sibuk mengangkat aib orang lain bahkan ironisnya menggunakan Lembaga DPRD. Dari awal saya mengamati, begitu istimewanya Wanita Bercadar ini di mata beberapa oknum-oknum anggota dewan. Bahkan sampai mendapat fasilitas kenderaan yg mewah menurut yang saya dengar,” bebernya.
Fanly pun berharap seluruh warga Kabupaten Gorontalo yang hendak melaporkan masalahnya ke DPRD juga mendapat perlakuan sama dan istimewa seperti halnya wanita bercadar tersebut.
“Ataukah jangan-jangan karena misi dari wanita bercadar tersebit masalahnya seksi karena menyangkut seorang kepala daerah??? Atau jangan-jangan memang Ada oknum-oknum yg mendorong wanita bercadar ini ‘terpaksa’ melakukan tindakan ini?? Saya heran, yang muncul adalah Wanita bercadar. Nah dlm pemahaman saya sederhana bahwa namanya orang yg bercadar, dia sedang berusaha melidungi dirinya dari hal-hal yg dilarang dan dianjurkan oleh agama. Lha ini kok malah justru ‘terkesan’ ingin membuka aib nya sendiri. Dalam agama saya pikir hal tersebut sangat dilarang tegas bhkan membuka aib org lainpun tdk dibenarkan dalam agama menurut pengetahuan saya secara sederhana,” jelas Fanly.
Ia pun yakin, dengan beredarnya video aleg ini maka hampir dapat dipastikan bahwa kasus Wanita Bercadar ini ternyata “By Design”, atau sengaja diciptakan untuk menjatuhkan Bupati Nelson Pomalingo.
“Maka saya kira semua kita harus mampu melihat masalah ini dengan hati dan kecerdasan. Jangan mudah terjebak dan terprovokasi dengan drama yg sedang dimainkan oleh para Aleg dan sengaja diciptakan untuk menjatuhkan pemimpin. Saya meyakini bahwa dengan beredarnya video pernyataan Aleg DPRD Kabupaten ini, rakyat akan berkesimpulan bahwa Kasus Wanita bercadar teenyata Sebuah Skenario besar untuk Sang Deklarator Provinsi Gorontalo dalm mengganjal karir Politiknya di 2024 yg kini mulai digadang-gadang oleh berbagai kalangan. Ingat bahwa sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai pasti akan tercium juga,” tuturnya lagi.
Ia juga berharap agar dagelan politik yg kini sedang dimainkan di Kabupaten Gorontalo yang sempat mengundang atensi masyarakat ini, dapat diakhiri. Legislatif dan eksekutif harapannya kembali fokus pada urusan-urusan yang lebih urgen dan substantif bagi kepentingan masyarakat luas.
Kepada seluruh elemen di masyarakat, Fanly Katili juga berharap dapat
menjadikan hal ini sebagai pelajaran berharga, sebagai referensi untuk kedepannya dalam memilih para Wakil Rakyat.
“Wakil rakyat kita hatus benar-benar orientasinya kerja dan pengabdian. Bukan hanya sekedar menjalankan tugas-tugas politiknya, namun benar-benar fokus untuk kepentingan rakyat,” imbuhnya.
Tidak hanya itu saja, ia menegaskan, model politisi yang memainkan peran manuver politiknya yg terindikasi memberikan kesan kurang cerdas dan hanya senang dgn hal-hal yg berbau fitnah, tidak lagi akan mendapat tempat yg terhormat dalam demokrasi masyarakat saat ini yang sistemnya lebih terbuka.
“Saya terharu dan bangga mengamati sikap ketabahan serta ketenangan Bupati dua Periode ini yang nampak tegar, tidak mau terpancing dgn dagelan ini dan tetap fokus bekerja untuk rakyat meski dihantam dengan berbagai isu miring yang mengarah pada Carakter Assisination. Prof Nelson ini memang bagitu bawaannya sejak dari memimpin UNG 2 Periode. Beliau justru tidak mau membalas dgn cara yang sama terhadap pukulan lawannya meskipun harkat dan martabat beliau di obok-obok,” ucap Fanly.
Untuk itu, Kepada Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Fanly Katili berpesan agar lebih sabar, tabah dan tetap kuat dalam menghadapi berbagai intrik politik yang kesemuanya itu dapat disikapi dengan arif dan bijaksana.
“Sudah begitu Konsekwensinya pemimpin 2 periode, pasti di tengah jalan ada ujian yang dahsyat. Doakan orang-orang yg kini gencar mengangkat aibnya, dgn balasan doa dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Jika Allah berkehendak pasti Allah punya jalan utk menyadarkan mereka,” pungkas Aktivis Gerakan Provinsi Gorontalo yang juga Calon Advokat ini. (**)
Editor : R.Polamolo













