– Apresiasi disampaikan Sekda Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Ridwan Yasin atas semangat pemerintah kecamatan dan desa dalam pengelolaan keuangan berbasis system non tunai.
“Jadi, masing-masing kecamatan banyak yang melakukan pelatihan. Bahkan desa juga melakukannya, seperti pelatihan pengelolaan keuangan ini. Nah, saya kira ini merupakan satu hal yang perlu diapresiasi oleh pemerintah daerah,” ujar Sekda Ridwan usai menutup secara resmi pelatihan peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan desa, khususnya implementasi transaksi non tunai desa tingkat Kecamatan Monano, yang digelar di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Sabtu (24/10/2020).
Ridwan menilai, pemerintah kecamatan dan desa memiliki keinginan besar untuk melakukan pengelolaan keuangan secara baik. Dan pelatihan pengelolaan keuangan tersebut menjadi salah satu bukti keseriusan.
Melalui semangat itu pula, Ketua TAPD Gorut ini meminta agar pemerintah desa maupun kecamatan agar mampu melahirkan program-program yang pro rakyat.
“Pengelolaan keuangan yang baik itu nantinya akan menghasilkan program yang baik pula. Dan program yang baik adalah program yang benar-benar menyentuh masyarakat,” tandasnya.
Kedepan, Panglima ASN itu juga mengharapkan, setiap kecamatan dan desa lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan yang bersifat membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, seperti halnya pelatihan keuangan saat itu.
“Di tahun-tahun yang akan datang, mungkin bisa saja mendatangkan pemateri dari luar daerah, bahkan dari kementerian terkait. Sehingga upaya meningkatkan kapasitas dan kemampuan aparatur desa, khususnya di bidang keuangan lebih bagus lagi. Apalagi, transaksi non tunai ini kan merupakan hal baru yang pelatihannya harus ditekuni secara maksimal, agar kedepan tidak mengalami kendala,” pungkasnya. (daily02)















