Dari Cegah Karhutla hingga Auksin Alami, Pertamina Kembangkan Konservasi Berkelanjutan di Maros

Dailypost.id

DAILYPOST.ID MAROS – Upaya menjaga kelestarian Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dilakukan melalui kolaborasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengembangan inovasi ramah lingkungan. Melalui program Hutan Pertamina, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin mengajak pemerintah, tenaga teknis, pengelola kawasan, dan masyarakat memperkuat konservasi sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya lokal.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) tersebut melibatkan Manggala Agni Daops I Sulawesi, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan, pengelola Kebun Raya Pucak, serta masyarakat Desa Tompobulu. Selain edukasi pencegahan karhutla, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan bawang merah sebagai bahan dasar auksin alami atau zat pengatur tumbuh (ZPT).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 pengelola UPT Kebun Raya Pucak dan 16 perwakilan masyarakat Desa Tompobulu mengikuti edukasi serta praktik yang dipandu Manggala Agni Daops I Sulawesi. Materi yang diberikan mencakup faktor penyebab kebakaran, langkah pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, hingga respons awal ketika ditemukan potensi karhutla.

Pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan kawasan konservasi. Warga yang tinggal di sekitar kawasan diharapkan mampu mengenali potensi ancaman lebih awal, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan indikasi kebakaran agar risiko meluasnya api dapat diminimalkan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pelestarian kawasan konservasi membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, tenaga teknis, dan masyarakat.

“Melalui program Hutan Pertamina di Kebun Raya Pucak, kami ingin mendukung upaya pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi kawasan dan masyarakat sekitarnya. Pencegahan karhutla menjadi langkah penting untuk melindungi keanekaragaman hayati, sementara pengembangan auksin alami membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih produktif. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak berkelanjutan,” ujar Lilik.

Sudarwanto dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi, Seksi Wilayah I Makassar/Manggala Agni Daops I Sulawesi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat berperan penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas.

“Pencegahan merupakan langkah paling penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat memiliki peran yang sangat strategis karena berada di sekitar kawasan. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani lebih awal sehingga dampaknya dapat diminimalkan,” ungkap Sudarwanto.

Bawang Merah Diperkenalkan sebagai Auksin Alami

Selain meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla, program Hutan Pertamina di Kebun Raya Pucak juga memperkenalkan pemanfaatan bawang merah sebagai bahan dasar auksin alami atau zat pengatur tumbuh. Inovasi ini dikembangkan sebagai alternatif bahan pendukung pertumbuhan tanaman, terutama untuk membantu proses perbanyakan dan pemeliharaan koleksi tanaman di kawasan konservasi tersebut.

Penggunaan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar diharapkan menambah wawasan masyarakat mengenai praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Peserta juga diperkenalkan pada potensi sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perawatan tanaman.

Ketua UPT Kebun Raya Pucak, Thamrin, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun melalui program tersebut. Ia berharap kegiatan ini memperkuat fungsi Kebun Raya Pucak sebagai kawasan konservasi, pusat edukasi lingkungan, sekaligus ruang pengembangan inovasi bersama masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi dan pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi gerakan bersama dalam menjaga Kebun Raya Pucak. Pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran dan pemanfaatan auksin alami diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung pemeliharaan koleksi tanaman sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi,” ungkap Thamrin.

Dukung Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Program Hutan Pertamina di Kebun Raya Pucak sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusinya mencakup SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui perlindungan kawasan dan keanekaragaman hayati, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kesiapsiagaan dan pencegahan karhutla.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui edukasi lingkungan dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi Pertamina, pemerintah, tenaga teknis, pengelola kawasan, dan masyarakat.

Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin berharap Kebun Raya Pucak terus berkembang sebagai kawasan konservasi yang terjaga sekaligus ruang pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara pencegahan karhutla, peningkatan kapasitas warga, dan pengembangan inovasi ramah lingkungan diharapkan memperkuat keberlanjutan program Hutan Pertamina di Kabupaten Maros.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia