Dulamayo – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, membuka Festival Dulamayo 2023 pada Jumat (29/12/2023). Festival ini, sebagaimana diungkapkan Bupati, bukan sekadar acara biasa, melainkan representasi kekayaan alam, kebudayaan, dan potensi ekspor luar biasa dari enam desa yang membentang di kawasan Dulamayo Utara, Selatan, Barat, Modelidu, Tonala, dan Tapaluo.
Keindahan Desa Dulamayo Utara, Selatan, Barat, Modelidu, Tonala, dan Tapaluo
Pembukaan festival ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Gorontalo, terutama dalam menggali potensi unggul daerah tersebut. Dalam sambutannya, Bupati menyoroti karakteristik khas daerah perbukitan Dulamayo yang tidak hanya memiliki ketinggian yang menakjubkan tapi juga iklim sejuk. Keberadaan hortikultura dengan aneka ragam buah-buahan, rempah-rempah, serta sayuran menjadikan Dulamayo sebagai tempat yang potensial untuk mengembangkan festival ini sebagai daya tarik wisata yang menjanjikan.
“Hari ini kita membuka Festival Dulamayo. Enam desa yang ada di sini, yaitu Dulamayo Utara, Selatan, Barat, Modelidu, Tonala, dan Tapaluo, memiliki karakteristik tersendiri. Daerah perbukitan dengan ketinggian dan iklim dingin, serta keberagaman tanaman hortikultura seperti buah-buahan, rempah-rempah, sayur-sayuran, menjadi daya tarik utama festival ini,” ujar Nelson.
Mendorong Potensi Lokal dan Keberlanjutan
Namun, lebih dari sekadar pesona alamnya, festival ini juga merupakan cerminan dari keberagaman budaya Gorontalo yang autentik. Dalam lima tahun terakhir, upaya pemerintah daerah untuk mendorong festival ini sebagai bagian dari event tahunan Kabupaten Gorontalo terhenti selama dua tahun terakhir karena dampak pandemi COVID-19. Namun, dengan keberanian, tahun ini festival ini kembali digelar dan akan terus menjadi bagian penting dalam agenda Kabupaten Gorontalo hingga tahun mendatang.
“Kami ingin mendorong festival ini sebagai platform untuk menikmati keindahan iklim, sumber daya alam, dan keberagaman budaya Gorontalo. Selama lima tahun terakhir, kami telah berusaha menjadikan festival ini sebagai event tahunan Kabupaten Gorontalo. Sayangnya, dua tahun terakhir tidak dapat dilaksanakan karena pandemi COVID-19. Namun, tahun ini kami bangkit kembali, dan rencananya akan terus dilakukan hingga tahun depan,” tutur Bupati.
Ekspor Unggulan dan Diversifikasi Produk
Yang tidak kalah menarik adalah eksplorasi dalam bidang ekspor produk lokal. Produk seperti gula aren dan pisang dari Gorontalo telah berhasil menembus pasar Timur Tengah, bahkan mendapatkan dukungan dari International Development Department (IDD). Ekspor hasil bumi dari daerah ini semakin berkembang, dengan pengolahan yang baik dan pemasaran yang luas, tidak hanya di Gorontalo tapi juga di luar wilayah Gorontalo.
“Produk-produk unggulan seperti gula aren, pisang, dan hasil bumi lainnya sudah berhasil diekspor ke berbagai negara, termasuk Timur Tengah. Ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani setempat tetapi juga mengukuhkan posisi Gorontalo sebagai pusat ekspor produk pertanian berkualitas,” kata Nelson.
Penanaman Kembali dan Wisata Alam
Tidak hanya itu, inovasi dalam pertanian juga menjadi fokus utama. Penanaman kembali tanaman unggul seperti mangga khas Dulamayo yang harum manis, durian, pisang, duku, langsat, dan lainnya menandai komitmen untuk mengembangkan sektor pertanian daerah ini.
“Kami telah menanam kembali tanaman seperti mangga dan durian khas Dulamayo. Mangga Dulamayo terkenal dengan keharuman dan kelezatannya, sedangkan durian Dulamayo juga telah menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, berbagai tanaman seperti dukuh, langsat, dan pisang juga turut tumbuh subur di sini,” jelas Bupati.
Event Tahunan dan Pembangunan Infrastruktur Pariwisata
Dengan keberhasilan dan potensi yang masih terus berkembang, rencana untuk menjadikan Festival Dulamayo sebagai event tahunan yang terus dilanjutkan oleh pemerintah daerah menjadi suatu harapan besar bagi perkembangan Kabupaten Gorontalo di masa mendatang.
“Kami akan melanjutkan upaya ini tahun depan. Dengan dukungan penuh, kami yakin event ini akan terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi, dan mendukung pembangunan infrastruktur pariwisata, termasuk vila dan tempat penginapan,” pungkas Bupati.
Dengan semangat kebersamaan, Festival Dulamayo tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga cerminan kekayaan alam, budaya, dan potensi ekonomi yang dimiliki oleh Gorontalo. Semoga festival ini terus menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk menggali potensi lokal mereka.
(VitP)














