,MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menerima bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban berbobot 1,3 ton untuk Hari Raya Iduladha 1447 H/2026. Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya mengikuti penyerahan sapi tersebut secara virtual dari Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (26/5/2026).
Dalam arahannya secara virtual, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menyampaikan amanah dari Presiden RI bahwa bantuan sapi kurban ini merupakan agenda tahunan, sebagai wujud kepedulian pemerintah pusat kepada masyarakat di seluruh penjuru tanah air.
“Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka Iduladha 1447 H tahun 2026 ini, Bapak Presiden menyampaikan amanah berupa bantuan kemasyarakatan sejumlah sapi kurban untuk dibagikan kepada seluruh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota,” ujar Juri Ardiantoro.
Secara total, pemerintah pusat menyalurkan sebanyak 598 ekor sapi kurban yang disebar ke seluruh wilayah Indonesia. Juri menjelaskan bahwa standar bobot sapi bantuan Presiden yang ditetapkan adalah berkisar antara 800 kilogram hingga 1,3 ton, dengan usia minimal 2 tahun, atau telah memenuhi kriteria syariat Islam.
Juri menjelaskan, terdapat kebijakan khusus bagi 46 kabupaten/kota di Indonesia yang akan menerima jatah dua ekor sapi kurban. Hal ini dikarenakan di daerah-daerah tersebut tidak ditemukan stok sapi lokal yang memenuhi standar bobot minimal 800 kilogram.
“Karena di 46 daerah tersebut tidak ada sapi dengan bobot di atas 800 kg, maka sebagai gantinya, Pak Presiden memberikan dua ekor sapi di setiap kabupaten/kota tersebut. Mohon diterima dengan baik oleh masyarakat,” tambahnya.
Dalam penyediaan hewan kurban ini, Sekretariat Negara bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan seluruh sapi telah melalui pemeriksaan kesehatan ketat dan aman dari penyakit. Program ini juga melibatkan setidaknya 525 peternak lokal di seluruh Indonesia, yang diharapkan dapat memicu semangat produktivitas dan pengembangan kualitas peternakan ke depan.
Di akhir arahannya, Wamenkesneg meminta komitmen dari seluruh kepala daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk mengawal ketat seluruh proses, mulai dari distribusi, penyembelihan, hingga pembagian daging kurban agar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berterima kasih kepada bapak ibu kepala daerah yang akan membantu mendistribusikan, memantau, dan mengawal proses pemotongan ini hingga berjalan dengan baik di daerah masing-masing,” katanya.
Prosesi penyerahan sapi kurban secara virtual tersebut juga diikuti serentak oleh para Gubernur, Bupati, serta Walikota se-Indonesia.(JB/DISKOMINFO SUMUT)















