Indramayu, – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PTNU dan BEMNUS Indramayu melakukan aksi solidaritas May Day di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Senin (4/5/2026).
Aksi ini diikuti oleh sekitar 25 orang mahasiswa dengan tuntutan utama perlindungan buruh, keadilan agraria dan lingkungan, serta perbaikan tata kelola negara dan ekonomi.
Koordinator aksi, Tanto Wijaya, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa dan masyarakat terkait isu-isu yang sedang hangat, seperti UU Cipta Kerja, outsourcing, dan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Massa aksi tiba di Gedung DPRD Indramayu pukul 15.13 Wib dan melakukan orasi secara bergantian, menyampaikan tuntutan terkait perlindungan buruh, keadilan agraria dan lingkungan, serta kondisi dunia pendidikan.
Setelah dilakukan pengamanan oleh aparat, massa aksi tertahan di halaman depan dan melanjutkan kegiatan dengan melakukan pembakaran ban.
Ketua DPRD Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., didampingi oleh perangkat daerah terkait serta aparat keamanan, menemui peserta aksi dan melaksanakan dialog terbuka.
“Kami menerima dan menampung aspirasi peserta aksi, berkomitmen untuk menindaklanjuti tuntutan melalui mekanisme yang berlaku, serta akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait baik di tingkat daerah maupun pusat,” kata Ketua DPRD Indramayu.
Dialog antara peserta aksi dari BEM PTNU dan BEMNUS Indramayu dengan Ketua DPRD Indramayu membahas tuntutan meliputi perlindungan buruh, keadilan agraria dan lingkungan, tata kelola negara dan ekonomi, serta kondisi dunia pendidikan
Kegiatan selesai dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Massa aksi membubarkan diri secara tertib pukul 17.04 Wib setelah pelaksanaan dialog dengan pihak DPRD Indramayu.
Peserta aksi meminta DPRD Indramayu agar hasil audiensi beserta tuntutan yang disampaikan dapat dipublikasikan melalui media sosial resmi DPRD Indramayu sebagai bentuk transparansi kepada publik.















