Gorontalo – Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, dipimpin langsung Bupati Yusra Alhabsyi dalam rangka studi tiru pengelolaan Brigade Alsintan.
Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk berbagi pengalaman, bertukar informasi, serta mempelajari praktik pengelolaan Brigade Alsintan yang efektif, tertib administrasi, dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah aspek menjadi bahan pembelajaran dan diskusi, meliputi tata kelola kelembagaan, dasar hukum dan regulasi pengelolaan, mekanisme pelayanan kepada kelompok tani, serta sistem pemanfaatan dan pemeliharaan Alsintan agar dapat digunakan secara optimal dan berkesinambungan.
Selain itu, pembahasan juga mencakup prosedur peminjaman dan pendistribusian alat, sistem pencatatan serta pengawasan penggunaan, pengaturan biaya operasional, pemeliharaan dan perbaikan alat, hingga pengelolaan sumber daya manusia, khususnya operator Alsintan yang memiliki kompetensi dan keterampilan teknis.
Aspek keberlanjutan pembiayaan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan Brigade Alsintan. Ketersediaan anggaran untuk perawatan berkala, pengadaan suku cadang, bahan bakar, mobilisasi alat, serta dukungan pembiayaan melalui APBD maupun APBN menjadi faktor penentu agar Alsintan tetap berfungsi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani.
Tidak hanya dari sisi manajemen, studi tiru ini juga memberikan ruang untuk mempelajari pengelolaan fasilitas pendukung, seperti gudang penyimpanan, bengkel perawatan, dan sistem kemitraan dengan penyedia jasa perbaikan. Pemanfaatan teknologi pertanian modern serta penyesuaian jenis Alsintan dengan kebutuhan dan kondisi lahan turut menjadi perhatian dalam mendukung mekanisasi pertanian yang lebih efektif.
Pembahasan mengenai retribusi atau biaya pelayanan pemanfaatan Alsintan juga menjadi bagian yang perlu dikaji, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan akses bagi petani.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dapat memperoleh referensi dan praktik baik yang dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan daerah dalam mengembangkan pengelolaan Brigade Alsintan.
Bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo, kegiatan ini menjadi bentuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman antardaerah sekaligus memperkuat sinergi dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya dalam penyediaan dan pemanfaatan sarana mekanisasi pertanian.
Pengelolaan Brigade Alsintan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, mempercepat proses pengolahan lahan, mendukung ketepatan waktu tanam dan panen, serta memperluas akses petani terhadap teknologi pertanian.
Melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik antardaerah, mekanisasi pertanian diharapkan semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, serta penguatan ketahanan pangan daerah dan nasional.














