Gorontalo — Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BALINTAN) Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai dampak perubahan iklim, khususnya kekeringan pada tanaman padi sawah. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Sinar Tani III pada areal pertanaman padi sawah seluas 1 hektare dengan varietas Mekongga, kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani terhadap dampak kekeringan serta membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya mempertahankan produktivitas tanaman padi. Melalui kegiatan ini, petani diharapkan mampu memahami risiko perubahan iklim dan melakukan langkah antisipasi sesuai kondisi di lapangan.
Kegiatan Bimtek dibuka oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Limboto Barat. Dalam pembukaan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah.
Materi pertama disampaikan oleh Aman Mootalu, S.P., yang menjelaskan dampak kekeringan terhadap tanaman padi sawah. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman, mengganggu pembentukan anakan, serta memengaruhi pembentukan malai dan pengisian bulir apabila terjadi pada fase pertumbuhan yang penting. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan hasil panen apabila tidak ditangani dengan tepat.
Ia juga menekankan pentingnya pengamatan kondisi tanaman dan ketersediaan air di lahan secara berkala. Melalui pemantauan sejak dini, petani diharapkan dapat mengenali gejala kekeringan lebih cepat dan mengambil langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Haira Mappa, S.P., yang membahas berbagai permasalahan yang dihadapi petani dalam mengatasi kekeringan pada tanaman padi sawah. Beberapa persoalan yang menjadi perhatian meliputi keterbatasan sumber air, kebutuhan pompa air untuk mengairi lahan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan pompa, serta kendala keuangan yang dihadapi petani.
Penggunaan pompa air dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman ketika sumber air dan kondisi lahan memungkinkan. Namun, pengoperasiannya membutuhkan dukungan sarana, ketersediaan BBM, serta biaya operasional. Oleh karena itu, berbagai kendala tersebut perlu mendapat perhatian agar upaya pengairan lahan dapat berjalan lebih efektif.
Melalui kegiatan Bimtek ini, Kelompok Tani Sinar Tani III memperoleh kesempatan untuk memahami dampak kekeringan sekaligus membahas kendala yang dihadapi dalam kegiatan usaha tani. Permasalahan terkait ketersediaan air, pompa, BBM, dan pembiayaan menjadi bahan pembahasan untuk mencari langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan petani dan kondisi wilayah setempat.
Balintan Gorontalo berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya kekeringan pada tanaman padi sawah dan semakin memahami risiko kekeringan. Selain itu juga petani mampu mengenali permasalahan di lahan sejak dini, serta dapat menentukan langkah penanganan yang tepat agar pertanaman padi varietas Mekongga seluas 1 hektare dapat dikelola dengan lebih baik dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Selain itu, koordinasi antara petani, penyuluh pertanian, dan petugas perlindungan tanaman diharapkan terus diperkuat guna mendukung upaya penanganan kekeringan serta menjaga keberlanjutan produksi padi di Kecamatan Limboto Barat.














