,Kotamobagu, 31 Juli 2024 – Budayawan Bolmong, Chairun Mokoginta, memberikan pandangannya terkait penggunaan Rumah Jabatan Wali Kota Kotamobagu, atau yang dikenal sebagai Komalig, untuk kegiatan pesta pernikahan. Menurutnya, langkah yang diambil oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Kotamobagu, Dr. Hi. Asripan Nani M.Si., tidak perlu diperdebatkan.
“Penggunaan Komalig untuk pesta pernikahan bukanlah masalah. Justru akan aneh jika kegiatan Wali Kota tidak dilaksanakan di sana, mengingat beliau adalah pemangku adat tertinggi di Kotamobagu,” ujar Chairun Mokoginta via WhatsApp.
Ia menegaskan bahwa dalam perspektif adat Mongondow, Komalig bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga pusat pelaksanaan berbagai aktivitas kemasyarakatan dan pemerintahan.
Rumah Jabatan Wali Kota Kotamobagu, yang telah ada jauh sebelum terbitnya Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2005, memiliki nilai historis dan adat yang sangat penting. Chairun Mokoginta menjelaskan bahwa kewenangan penggunaan Komalig secara adat sepenuhnya berada di tangan Kolano, yang dalam hal ini dijabat oleh Dr. Hi. Asripan Nani M.Si., sebagai Pj. Wali Kota Kotamobagu.
“Dalam prosesi adat, Dr. Hi. Asripan Nani M.Si. diakui sebagai Kolano, atau pemangku adat tertinggi di Kotamobagu. Oleh karena itu, wajar jika beliau menggunakan Komalig untuk berbagai kegiatan, termasuk pesta pernikahan,” tambah Chairun.
Penjelasan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penggunaan Komalig untuk kegiatan resmi dan adat adalah bagian dari tradisi yang telah berlangsung lama di Kotamobagu. Dengan demikian, penggunaan rumah jabatan untuk pesta pernikahan tidak perlu menjadi perdebatan publik. ( Man)















