, Gorontalo – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, dipilih sebagai keynote speaker pada Opening Ceremony [RE]Spark Clean Energy Festival 2022 yang diselenggarakan oleh PT New Energy Nexus Indonesia.
New Energy Nexus Indonesia sendiri merupakan organisasi internasional yang berupaya untuk membangun ekonomi energi terbarukan dunia dalam waktu sesingkat mungkin.
Agar tujuan tersebut dapat tercapai, pihak New Energy Nexus Indonesia startup dan dan wirausaha energi terbarukan program akselelator, pendanaan dan jaringan. Kegiatan New Energy Nexus sendiri dimulai di California dan saat ini mulai beroprasi di Indonesia, New York, Afrika Timur, Cina, India, Filipina, Thailan dan Vietnam.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom The Westin Hotel Jakarta itu bertujuan untuk mempertemukan startup, wirausaha, inovator, investor, organisasi pemerintah dan swasta serta komunitas untuk bertukar ide, mengembangkan inovasi, dan menumbuhkan ekosistem energi bersih di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Bupati Nelson menyampaikan beberapa hal, diantaranya mengenai LTKL secara general, visi dan misi serta kebijakan yang berkaitan dengan energi terbarukan, persoalan yang terjadi di Kabupaten Gorontalo, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup serta riset dan teknologi, dan masih banyak lagi.
“Dampak perubahan iklim di Gorontalo biasanya kekeringan, pendangkalan danau, banjir dan DAS kritis. Penyebabnya bisa dari emisi peternakan, emisi kendaraan, pembakaran lahan, deforesta, dan emisi pertanian,” ungkap Bupati Nelson dalam materinya, Kamis (02/06/2022).
Untuk menghadapi berbagai hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo telah melakukan berbagai upaya dan itu diharapkan dapat menekan pengurangan emisi.
“Kendaraan listrik dapat menjadi solusi pengurangan emisi di sektoe transportasi, tapi hingga kini sumber energinya masih berasal dari batu bara, yang artinya belum bersumber dari energi terbarukan, akan tetapi pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Gorontalo, kami sudah siap bertransisi ke sumber energi terbarukan, tinggal sumber energinya yang kita optimalkan,” jelas Nelson.
Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk tidak mewarisi anak cucu dengan air mata melainkan dengan mata air.
“Jangan warisi anak cucu kita dengan air mata, tapi warisilah mereka dengan mata air, untuk kehidupan berkelanjutan.” Tandas Nelson. (Daily17/Iyal)















