, Gorontalo – Peringatan Mayday sebagai hari buruh Internasional diselenggarakan setiap tahunnya di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Gorontalo. Pada Senin (01/05/2023), demo Mayday digelar di gedung DPRD Provinsi Gorontalo dan langsung diterima oleh Wakil Ketua II Deprov Gorontalo, Sofyan Puhi.
Dalam demo tersebut, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menyampaikan dua isu yang menjadi aspirasi mereka. Sofyan Puhi mengatakan bahwa kedua isu tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh DPRD Gorontalo.
Isu pertama adalah masalah nasional seperti Omnibus Law, undang-undang kesehatan, dan lain-lain yang merupakan kewenangan pemerintah pusat dan DPR RI. Sedangkan isu lokal pertama adalah terkait PHK yang terjadi di Trijaya Tanggub, serta pemecatan karyawan aktif di federasi di Hotel Maqna dan City Mall.
Sofyan Puhi mengungkapkan bahwa DPRD Gorontalo menyambut baik aspirasi tersebut dan akan menyelesaikannya dalam rapat gelar pendapat. Selain itu, DPRD Gorontalo juga menerima surat tugas dari Ketua Dewan untuk menindaklanjuti aspirasi buruh tersebut.
“Kami menerima bukti hari ini dan ini menjadi keseriusan kami dalam menyahut aspirasi buruh,” kata Sofyan Puhi.
Dengan demikian, demonstrasi Mayday di Gorontalo berjalan dengan damai dan aspirasi buruh akan ditindaklanjuti oleh DPRD Gorontalo untuk mencari solusi terbaik bagi para pekerja dan karyawan yang terkena dampak dari isu-isu tersebut.















