Di Penyerahan BLT-DD Desa Posono, Sekda Ridwan Ungkap Tahap Pembangunan Sungai Andagile

DAILYPOST.ID, Gorut – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Ridwan Yasin menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap III kepada 66 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Posono, Kecamatan Atinggola, Jumat (7/8/2020).

Sekda Ridwan menyerahkan secara simbolis BLT DD kepada KPM, Foto: Arif Botutihe

Seperti di kesempatan sebelumnya, sekda millennial itu mengharapkan agar bantuan yang diserahkan bisa bermanfaat bagi warga terdampak Pandemi Covid-19.

Dalam sambutannya, sekda kembali mengingatkan aparatur pemerintah setempat agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Aparatur pemerintah, mulai dari pusat sampai ke tingkat dusun wajib melayani, mensejahterakan, dan melindungi masyarakatnya. Apalagi di situasi dan kondisi pandemi seperti saat ini,” pungkasnya.

Di keluangan itu juga, Ketua TAPD Gorut ini juga sempat menjawab sejumlah pertanyaan dari pemerintah dan maayarakat setempat terkait ancaman erosi sungai Andagile yang melintasi Desa Posono.

“Kami menginformasikan, pertama yang ditanyakan ayahanda, sudah berapa kali kami (Pemda) melihat kondisi sungai ini (Andagile)? Nah, perlu kami sampaikan bahwa setiap agenda kerja di Atinggola, maka sungai ini yang pertama dilihat (perhatikan),” kata dia.

Sekda Ridwan saat memberikan sambutan Pemerintah Daerah, Foto: Arif Botutihe

Bahkan, sekitar 3 minggu pasca dilantik sebagai sekda, Ridwan mengatakan bahwa dirinya langsung berkoordinasi dengan instansi yang berwenang, yaitu Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi wilayah I (Sulawesi Utara)

“Jadi, ini adalah kewenangan Pemerintah Sulawesi Utara. Tapi bukan berarti wilayahnya Sulawesi Utara. Maka ketika kami berkoordinasi dengan pihak BWS, Alhamdulillah, sekitar satu bulan kemarin sudah ditender kegiatan penataan ataupun pembangunan sungai ini, dengan menelan anggaran sekitar Rp50 Miliar yang bersumber dari APBN,” ungkap Sekda Ridwan.

Ia menjelaskan, tender proyek sungai Andagile ini dilakukan secara bertahap/multiyears.

“Jadi, pekerjaannya setiap tahun. Tahun ini ada anggaran Rp5 Miliar. Mudah-mudahan pekerjaan sungainya segera dimulai. Dan semoga dimulainya dari desa ini (Posono),” kata sekda.

Sekda Ridwan berharap, melalui proyek tersebut maka kondisi sungai Andagile yang kian memberi ancaman erosi bagi masyarakat sekitaran sungai segera teratasi.

“Kami berharap, terus berdoa, dan berusaha agar masalah sungai Andagile ini segera tertangani. Dan itu tentunya membutuhkan dukungan dan doa juga dari masyarakat,” pungkasnya. (daily02)







Sablon Kaos Satuan di Gorontalo