Diisukan Bukan Nomor Urut 2, Ada yang Sengaja Ingin Tumbangkan NDH?

Dailypost.id

DAILYPOST.ID – Terlalu sulit dikalahkan, cara buruk pun siap  dilakukan untuk membuat pasangan nomor urut 2 atau paket NDH tumbang.

Sekretaris pemenangan Nelson-Hendra (NDH), Jayusdi Rivai mengatakan, pasangan yang diusung koalisi PPP-Golkar tersebut diisukan bukan nomor urut 2 oleh seseorang.

“Hal itu kali pertama terungkap pada kampanye di Desa Dulamayo, Kecamatan Telaga Biru. Ceritanya kami bertanya ke pensiunan guru, mau pilih siapa nanti ditanggal 9 Desember. Jawabannya, pilih Nelson karena kinerjanya jelas,” ujar Jayusdi, Senin (30/11)

Pertanyaan berikutnya, berlanjut ke nomor urut pasangan calon. Jayusdi kemudian mengaku kaget waktu mengetahui warga menerima informasi bahwa Nelson-Hendra bukan nomor urut 2.

Baca Juga:   Doa Tulus Warga Dulamayo Iringi Langkah Nelson Pomalingo

“Kalau bapak pilih Nelson, pak Nelson nomor urut berapa? Jawabannya, bukan nomor urut 2, tapi nomor urut yang lain,” kata Jayusdi.

Jayusdi memilih untuk tidak mebeberkan nama pensiunan guru tersebut, dan nomor berapa Nelson-Hendra diungkapkan.

“Nama pensiunan guru ini tidak perlu saya ungkapkan, apalagi nomor urut yang dia sampaikan itu. Yang jelas diungkapkan, bahwa Nelson-Hendra bukan nomor urut 2,” tutur Jayusdi.

Dijelaskan Jayusdi, informasi bahwa Nelson-Hendra bukan nomor urut 2, juga diterima warga di Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, dan Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto.

“Semakin ke sini malah semakin parah, di dua tempat kampnye warga ternyata menerima informasi hoax. Kalau Nelson-Hendra bukan nomor urut 2, parahnya keluarga saya sendiri pun menerima informasi itu,” jelas Jayusdi.

Baca Juga:   Sukses Kampanye 'Door to Door' di 299 Titik, NDH Bakal Nginap di Rumah Warga

Ia menegaskan, apa yang didapatkan tim pemenangan Nelson-Hendra adalah fakta dilapangan.

“Semuanya benar, fakta dilapangan. Saya sendiri yang menerima. Kami sudah tahu aktornya siapa, kami tidak ingin membalas karena lebih indah memaafkan,” tegas Jayusdi.

“Memutuskan untuk memaafkan bukan bukan berarti kita yang benar dan menang, bukan pula salah dan kalah. Tetapi hati punya hak untuk bisa merdeka agar dapat terus melangkah maju kedepan tanpa racun atau penyakit hati,” imbuh Jayusdi. []

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   Kader Golkar Boliyohuto Tegaskan All Out Menangkan ‘NDH’ di Pilkada
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia