Gorontalo – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Gorontalo terus mendorong keterlibatan petani lokal dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memfasilitasi kelompok tani hortikultura agar dapat menjadi pemasok bahan pangan asal tumbuhan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (13/10/26)
Program fasilitasi yang mulai dijalankan pada Oktober 2026 ini bertujuan memperkuat kemitraan antara kelompok tani dan pengelola SPPG, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian lokal.
Melalui program tersebut, petani didorong meningkatkan luas tanam dan produktivitas tanaman hortikultura, memperpendek rantai pasok pangan, serta memperoleh harga jual yang wajar sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan petani.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas KPTPH Provinsi Gorontalo, Bakri Hasan, menegaskan bahwa keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok MBG merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan secara optimal.
“Program ini menjadi kesempatan bagi petani lokal untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan produksi hortikultura. Kami mendorong kelompok tani agar mampu memenuhi kebutuhan pangan SPPG secara berkelanjutan, baik dari sisi ketersediaan, kualitas, maupun kontinuitas pasokan,” ujar Bakri Hasan.
Ia menambahkan, penguatan kemitraan antara petani dan SPPG perlu dibarengi dengan kesiapan kelompok tani dalam memenuhi persyaratan administrasi serta menjaga kemampuan produksi agar kerja sama dapat berjalan dengan baik.
Bentuk fasilitasi yang diberikan Dinas KPTPH Provinsi Gorontalo meliputi bantuan bufferstock benih sayuran dan buah, sosialisasi persyaratan menjadi mitra pemasok, serta pendampingan pengurusan administrasi kelompok, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan rekening kelompok. Fasilitasi juga diarahkan hingga tahap penandatanganan kesepakatan kemitraan.
Jenis benih yang difasilitasi antara lain cabai rawit, tomat, sawi, ketimun, kangkung, kacang panjang, dan semangka. Komoditas tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan bahan pangan segar untuk memenuhi kebutuhan program MBG.
Sejumlah kemitraan telah berjalan di beberapa wilayah. Di antaranya Kelompok Tani Bawastra di Desa Satria, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, yang bermitra dengan SPPG Paris. Kemitraan lainnya melibatkan Kelompok Tani Karya Bersama di Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, bersama SPPG Bone Bolango Tilongkabila Moutong.
Selain kemitraan yang telah berjalan, Dinas KPTPH Provinsi Gorontalo juga mempersiapkan komitmen suplai dari kelompok tani lainnya di wilayah Boalemo, Suwawa, Limboto, dan Telaga.
Melalui langkah ini, Dinas KPTPH Provinsi Gorontalo berharap program MBG tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani lokal melalui terbukanya pasar yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan pengelola SPPG diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan sektor hortikultura serta peningkatan ketahanan pangan daerah di Provinsi Gorontalo.














