Limboto – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gorontalo, Dr. Victor Asiku, mengonfirmasi penurunan harga cabai rawit di pasar lokal. Dari data terbaru, harga cabai rawit turun drastis dari Rp. 140.000/Kg menjadi Rp. 80.000/Kg. Sebaliknya, harga tomat mengalami kenaikan dari Rp. 25.000/Kg menjadi Rp. 30.000/Kg. Harga bawang tetap stabil di Rp. 50.000/Kg selama dua minggu terakhir.
“Kami mendapati penurunan signifikan dalam harga cabai, yang sebelumnya menjadi keluhan masyarakat,” ujar Dr. Victor Asiku, Jumat (05/01/2024).
Penurunan ini dipengaruhi oleh kondisi di lapangan. Kekeringan yang berkepanjangan menyebabkan petani Barito (Bawang, Rica, Tomat) tidak dapat menanam, mempengaruhi pasokan lokal. Dalam menghadapi keadaan ini, Dinas Perdagangan harus mengimpor Barito dari daerah lain, yang berdampak pada lonjakan harga.
“Harga Barito selalu sensitif terhadap perayaan keagamaan seperti natal, tahun baru, idul fitri, dan idul adha,” tambahnya.
Dalam upaya mengontrol harga dan memastikan ketersediaan, Dinas Perdagangan berkolaborasi dengan Bulog dan instansi terkait untuk mengadakan pasar murah. Meskipun dana dari dinas tersebut belum tersedia, mereka terus memantau gudang-gudang yang menyimpan stok Barito.
“Kami terus memonitor alur distribusi pasar dan mencegah penimbunan. Stok Barito masih ada, jadi pesan kami kepada masyarakat, jangan panik atau menimbun barang secara berlebihan,” saran Victor Asiku.
“Intinya kita menjaga jangan sampai ada permainan, kita menjaga alur distribusi pasar, retail tersedia. Agar tidak ada permasalahan dan tidak ada penimbunan,” pungkasnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Gorontalo berharap agar masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan saja dan tidak terjebak dalam panik pembelian yang bisa mempengaruhi stabilitas pasar.
(Fitri Ngiu)















