Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Gorontalo bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Edukasi/Kampanye Pola Konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Tahun Anggaran 2026 di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan yang menyasar Tim Penggerak PKK, kader kesehatan serta aparat desa/kelurahan tersebut dilaksanakan secara bertahap pada 21, 22, 24, 25, 28 dan 29 September 2026 di wilayah Kecamatan Limboto dan Tibawa.
Edukasi ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan laporan kegiatan, kualitas konsumsi pangan masyarakat Provinsi Gorontalo yang tergambar melalui Skor Pola Pangan Harapan (PPH) tahun 2025 berada pada angka 83,2. Angka tersebut masuk dalam kategori sedang, yang menunjukkan kualitas konsumsi pangan sudah cukup baik dan seimbang, namun masih membutuhkan peningkatan keragaman untuk mencapai skor ideal 100.
Kegiatan edukasi B2SA dibuka oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo yang diwakili Ketua Pokja III Bidang Ketahanan Pangan, Hj. Ir. Femmy Wati Umar, M.Sc. Dalam penyampaiannya, ia menekankan empat prinsip utama dalam penerapan pola konsumsi B2SA, yakni beragam, bergizi, seimbang dan aman.
“Penerapan B2SA tidak hanya berbicara tentang makanan yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana kita memastikan makanan tersebut beragam, memenuhi kebutuhan gizi, memiliki komposisi yang seimbang serta aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Menurutnya, keberagaman pangan dapat diwujudkan dengan memanfaatkan berbagai sumber pangan, termasuk pangan lokal yang tersedia di lingkungan masyarakat. Sementara aspek gizi dan keseimbangan dapat diterapkan melalui komposisi makanan yang sesuai kebutuhan tubuh serta memperhatikan prinsip “Isi Piringku”.
Materi edukasi juga disampaikan oleh Fungsional AKP Ahli Madya Muhammad Nur Azhar dan Fungsional PMHP Ahli Madya Citra Patiwiri. Keduanya memberikan pemahaman mengenai konsep B2SA, keamanan pangan serta cara memilih bahan makanan yang baik dan aman bagi keluarga.
Dalam materi B2SA dijelaskan bahwa masyarakat perlu mengonsumsi berbagai sumber pangan, mulai dari makanan pokok seperti nasi, jagung, singkong, ubi, sagu dan talas; sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral; serta lauk pauk yang berasal dari sumber protein hewani maupun nabati.
Untuk komposisi makanan, prinsip Isi Piringku dalam laporan kegiatan mencantumkan sepertiga makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, sepertiga sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral, seperenam lauk pauk sebagai sumber protein hewani dan nabati, serta seperenam buah-buahan. Porsi tersebut dapat disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, berat dan tinggi badan serta aktivitas fisik.
Selain pola konsumsi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai keamanan pangan, termasuk bahaya cemaran fisik, biologis dan kimia. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara memilih ikan, buah, beras, sayuran dan daging yang memiliki kondisi baik dan layak dikonsumsi.
Edukasi B2SA juga dikaitkan dengan upaya penyelamatan pangan dan gerakan Stop Boros Pangan. Masyarakat didorong untuk mengambil atau membeli makanan secukupnya, menghabiskan makanan dan tidak membuang pangan secara berlebihan. Pangan berlebih yang masih layak juga dapat didonasikan kepada pihak yang membutuhkan.
“Pencegahan dan pengurangan sisa pangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat keluarga, seperti mengambil makanan secukupnya dan tidak membuang makanan yang masih layak konsumsi,” demikian pesan dalam materi kegiatan.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri atas Tim Penggerak PKK, kader kesehatan dan aparat desa/kelurahan. Para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan untuk diterapkan dalam keluarga, tetapi juga mampu meneruskan edukasi B2SA kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap penerapan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman semakin membudaya di tengah masyarakat. Edukasi ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas konsumsi pangan, pemanfaatan pangan lokal, pencegahan masalah gizi serta peningkatan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Provinsi Gorontalo.














