Ekonomi Kabupaten Gorontalo Tumbuh 5,35 Persen pada 2025, Sektor Transportasi dan Real Estate Jadi Penggerak

Riski Kakilo
Ekonomi Kabupaten Gorontalo 2025 Tumbuh 5,35 Persen, Pertanian Masih Jadi Andalan. (Foto: Ist).

DAILYPOST.ID Kabgor – Kinerja ekonomi di Kabupaten Gorontalo menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (04/03/2026), pertumbuhan ekonomi daerah tersebut sepanjang tahun 2025 mencapai 5,35 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 4,9 persen.

Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi geliat ekonomi daerah, terutama di tengah upaya pemerintah daerah mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr. Suparno, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut dipicu oleh beberapa sektor strategis yang menunjukkan kinerja kuat sepanjang tahun 2025.

Sektor transportasi dan pergudangan tercatat mengalami pertumbuhan paling tinggi dengan angka 11,86 persen. Sementara itu, sektor real estate juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan pertumbuhan sebesar 8,92 persen.

Baca Juga:   Ekonomi Gorontalo Tumbuh 5,49 Persen di Triwulan III 2025, Masuk 10 Besar Nasional

Namun demikian, sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi daerah dengan kontribusi sekitar 38 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gorontalo.

“Kabupaten Gorontalo memegang peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi provinsi, dengan kontribusi hampir sepertiga terhadap total ekonomi di Provinsi Gorontalo,” ujar Dr. Suparno.

Selain data pertumbuhan ekonomi, BPS juga merilis perkembangan inflasi di Kabupaten Gorontalo. Pada Februari 2026, inflasi tercatat sebesar 5,21 persen secara year on year (yoy).

Kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya normalisasi tarif listrik setelah berakhirnya periode diskon pada awal 2025, serta peningkatan harga sejumlah komoditas pangan.

Beberapa komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi antara lain:

  • Ikan selar
  • Ikan cakalang
  • Bawang merah
Baca Juga:   Gorontalo Raih Terbaik 1 Pengendalian Inflasi Regional Sulawesi 2026, Gusnar Ismail Terima Insentif Rp3 Miliar

Secara bulanan atau month to month (mtm), inflasi pada Februari tercatat sebesar 0,68 persen.

BPS juga mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi pada bulan Maret 2026. Hal ini dipengaruhi oleh rencana penyesuaian tarif PDAM serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Idulfitri.

Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga, terutama dengan memastikan ketersediaan pasokan pangan di pasar tetap terjaga.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo diarahkan untuk memperkuat strategi hilirisasi industri, terutama yang berbasis pada sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Transformasi dari sektor primer menuju sektor industri pengolahan diyakini dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkualitas bagi masyarakat.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   LKPJ 2025: Pemprov Gorontalo Optimistis Tingkatkan Pembangunan Meski Fiskal Menurun
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia