, Limboto– Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, mengumumkan bahwa Kabupaten Gorontalo telah mengalami peningkatan dalam Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022.
“Jika di tahun 2021 masih terdapat status desa sangat tertinggal, maka di tahun 2022 tidak ada lagi desa dengan status tersebut,” ujarnya saat membuka kegiatan rapat koordinasi persiapan pemutakhiran data IDM dan perbaikan data SDG Tahun 2023, Kamis (11/09/2023).
Peningkatan IDM juga diikuti oleh kenaikan status desa, dengan 13 desa menjadi mandiri, 70 desa maju, 98 desa berkembang, dan tidak ada lagi desa tertinggal.
Bupati Nelson membanggakan sinergitas kolaborasi kerjasama seluruh aparatur pemerintah dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan serta partisipasi Tenaga Ahli pemberdayaan desa, pendamping desa, Pendamping lokal desa maupun masyarakat.
Bupati Nelson juga menegaskan bahwa target program strategis kabupaten yang harus terus diperbaiki adalah kemiskinan, kesehatan, pendidikan, lingkungan, budaya, dan keagamaan.
Kabupaten Gorontalo tengah merumuskan Indeks Desa Madani yang akan menjadi target dari desa mandiri sesuai visi Kabupaten Gorontalo menuju masyarakat madani. Diharapkan dari tiga belas desa mandiri, bisa naik status menjadi desa madani.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Zubair Pomalingo menambahkan bahwa pelaksanaan Indeks Desa Madani akan dimulai tahun ini, dengan lebih menekankan pada nuansa keagamaan.
Diharapkan peningkatan status dari desa mandiri menjadi desa madani dapat tercapai. Kegiatan rapat koordinasi persiapan pemutakhiran data IDM dan perbaikan data SDG Tahun 2023 dihadiri oleh Sekertaris Daerah Dr. Roni Sampir, Ketua ICMI Kabupaten Gorontalo Prof. Fory Armin Naway, Kepala Balitbangda Drs. cokro Katili dan undangan lainnya.















