Kami Percaya dr. Sitti: Seruan Keadilan dari Tenaga Kesehatan Kotamobagu

Biro Kotamobagu
Tenaga Kesehatan Dalam Aksi Solidaritas dr.Sitti Korompot, di Depan Mako Polres Kotamobagu, Selasa (25/11/2025)

DAILYPOST.ID ,KOTAMOBAGU – Ratusan tenaga kesehatan di Kota Kotamobagu menggelar aksi damai solidaritas pada Selasa (25/11/2025), menyikapi penetapan status tersangka terhadap dr. Sitti N. Korompot dari RSIA Kasih Fatimah Kotobangun. dr. Sitti dianggap menjadi korban kriminalisasi atas dugaan malpraktik dalam penanganan pasien beberapa waktu lalu.

Aksi ini dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Didi Musa atau Dimus sosok yang dikenal aktif menyuarakan kepentingan publik di media sosial bersama Parindo Potabuga, aktivis sosial yang cukup dikenal di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Mereka menyebut, tindakan hukum terhadap dr. Sitti harus ditempatkan secara proporsional, berdasarkan standar medis, bukan opini.

Korlap Aksi Solidaritas Tenaga Kesehatan Yang Mendukung dr Sitti.

Massa aksi awalnya berkumpul di depan Mako Polres Kotamobagu dan diterima langsung oleh Waka Polres, Kompol Romel Pontoh. Usai menyampaikan aspirasi, mereka melanjutkan long march menuju Kantor DPRD Kota Kotamobagu untuk meminta agar lembaga legislatif ikut mengawal proses hukum yang dinilai berpotensi merugikan profesi medis.

Dalam pernyataan sikapnya, pihak RSIA Kasih Fatimah bersama para tenaga kesehatan menyampaikan enam poin penting, salah satunya menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap tenaga kesehatan yang bekerja berdasarkan SOP, standar profesi, serta kewenangan medis yang sah. Mereka juga menegaskan bahwa komplikasi medis tidak bisa langsung disamakan dengan kelalaian kriminal tanpa audit medis yang objektif.

“Kami meminta agar proses hukum ini berjalan profesional dan melibatkan organisasi profesi. Dokter dan tenaga kesehatan bekerja dengan risiko tinggi, mereka tidak layak langsung dihakimi tanpa audit medis menyeluruh,” ujar Dimus dalam orasinya.

Parindo Potabuga Saat Menyampaikan Orasi Bersama Tenaga Kesehatan Dalam Aksi Damai dr Sitti Korompot

Parindo Potabuga menambahkan bahwa dr. Sitti adalah aset penting bagi daerah. “Beliau dokter spesialis asli pribumi yang sudah menyelamatkan ribuan nyawa. Tidak terhitung anak-anak yang lahir dari tangan dr. Sitti. Sosok seperti ini harus dilindungi, bukan dikriminalisasi,” tegasnya berharap DPRD membuka ruang hearing terkait kasus ini.

Massa aksi akhirnya diterima oleh anggota DPRD dari Komisi I, Sandri Anugrah Mokoginta. Ia menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi para tenaga medis dan mendorong agar persoalan ini dibahas secara resmi di DPRD. “Kami bersimpati terhadap apa yang menimpa dr. Sitti. Kami akan membuka ruang hearing, sekaligus berkoordinasi dengan pihak Polres. Namun proses hukum tetap harus dihormati, dan kami berharap semuanya berjalan adil dan transparan,” ungkap Sandri.

Aksi damai ini digelar dengan tertib, dan menjadi bukti solidaritas tenaga kesehatan Kotamobagu yang berharap agar proses hukum terhadap dr. Sitti dilakukan secara objektif dan berdasarkan kaidah medis, bukan opini publik.

Di akhir aksi, Dimus menegaskan bahwa tenaga kesehatan tidak meminta perlakuan istimewa, namun hanya keadilan yang didasarkan pada ilmu dan fakta. “Kami berdiri di sini bukan untuk melawan hukum, tapi menjaga marwah profesi. Karena kami yakin, kebenaran akan menemukan jalannya,” ucapnya. ( Man)

 

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia