Kunjungan 40 Peserta PPLH Angkatan V ke RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo

Dailypost.id
Kunjungan 40 Peserta PPLH Angkatan V ke RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo. (ist/humas)

DAILYPOST.ID Gorontalo — Sebanyak 40 peserta Pelatihan Dasar Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) Angkatan V dari wilayah Sulawesi dan Maluku melakukan kunjungan studi ke RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Kunjungan ini adalah bagian dari rangkaian sesi tatap muka pelatihan yang digelar secara blended learning oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada Selasa (02/10/2025).

Rombongan peserta yang berasal dari provinsi-provinsi seperti Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara diterima oleh manajemen RSUD. Agenda meliputi peninjauan langsung atas:

  • Tata kelola limbah medis dan rute pembuangan sementara sebelum pemusnahan.

  • Sistem pengelolaan limbah B3 di rumah sakit serta instalasi kebersihan lingkungan pelayanan.

  • Mekanisme pengelolaan limbah likuid dan drainase untuk mengurangi risiko kontaminasi sumber air.

  • Kebijakan internal mengenai pemilahan sampah medis dan non-medis serta digitalisasi pencatatan operasional limbah.

Manajemen RSUD memperagakan praktik baik yang dapat dijadikan contoh oleh para peserta pelatihan; antara lain pemisahan sumber limbah, labelisasi, dokumentasi pemusnahan limbah berbahaya, serta dokumen pelaporan yang terkini.

Direktur RSUD, dr. Fitriyanto Radjak, menyambut positif kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan rumah sakit untuk menjadi lokasi pembelajaran bagi ASN pengawas lingkungan hidup. Ia menyebut bahwa pihaknya akan terus memperkuat protokol lingkungan, bekerjasama dengan instansi terkait, dan membuka akses bagi kegiatan pembelajaran lapangan yang memperkuat pengawasan lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kunjungan studi ini menunjukkan pentingnya integrasi antara pengawasan lingkungan dan layanan publik di fasilitas kesehatan. Di era ketika tekanan terhadap pengelolaan limbah medis semakin besar—termasuk di wilayah Gorontalo dimana limbah medis fasyankes dikabarkan mencapai lebih dari 1.000 ton per tahun. 
Dengan berbasis pada praktik lapangan di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, para pejabat pengawas lingkungan diharapkan dapat membawa pulang pembelajaran dan mengaplikasikan pada unit kerja masing-masing, sehingga pengelolaan limbah di fasilitas kesehatan semakin tertib, aman, dan ramah lingkungan. (ADV)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia