Meninggalkan Segudang Prestasi, AKP Stefanus Mentu Melangkah Pergi di Tengah Harapan Besar Rakyat

Biro Kotamobagu

DAILYPOST.ID ,BOLMONG-Di bawah langit Bolaang Mongondow, sebuah perjuangan sunyi namun berani kini harus memasuki babak akhir. Di saat deru mesin excavator merobek keheningan hutan dan mengeruk paksa perut bumi, muncul satu sosok yang berdiri tegak sebagai benteng terakhir bagi alam.

AKP Stefanus Mentu. Bagi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Oboi dan bantaran sungai Desa Totabuan, nama ini bukan sekadar jabatan Kasat Reskrim di pundak seragam cokelatnya, melainkan sebuah harapan bagi kelestarian nafas kehidupan mereka.

Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Keberaniannya menindak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) seolah menjadi oase di tengah gersangnya penegakan hukum terhadap para cukong besar yang selama ini merasa tak tersentuh.
Perjuangan AKP Stefanus Mentu memang tidak main-main; ia melangkah di jalur yang seringkali dihindari banyak orang demi menyelamatkan lingkungan dari kerusakan permanen.

Ia tidak ragu “menabrak tembok baja” yang selama ini melindungi para pemain besar di balik kehancuran alam. Di Desa Totabuan, masyarakat yang selama ini hanya bisa meratapi rusaknya bantaran sungai akibat alat berat, kini bisa kembali melihat harapan setelah tangan dingin Stefanus Mentu turun langsung menghentikan kehancuran tersebut.

“Kami seperti punya orang tua yang melindungi rumah kami. Beliau tidak takut pada siapa pun kalau soal menjaga alam dan sungai yang menjadi sumber air kami. Kami sangat kehilangan jika sosok seperti beliau harus pergi,” ungkap seorang warga lokal dengan nada yang dalam, menggambarkan rasa syukur sekaligus kesedihan mendengar kabar mutasi sang perwira yang mendadak ini.

Namun, pengabdian Stefanus Mentu tidak hanya berhenti pada hijaunya hutan dan jernihnya air sungai. Di meja penyidikannya, ia tengah getol membongkar berbagai skandal besar yang selama ini menguap begitu saja.

Mulai dari penyitaan puluhan ribu liter BBM jenis solar yang diselewengkan oleh mafia tangki, hingga pengusutan dugaan korupsi dana hibah KPU senilai Rp42 miliar dengan indikasi kerugian negara mencapai miliaran rupiah.

Semua ini menjadi bukti bahwa baginya, hukum adalah pedang yang harus ditebaskan dengan adil, tanpa peduli seberapa kuat lawan yang dihadapi.

Prestasi inilah yang kemudian memicu reaksi emosional dari berbagai kalangan, terutama saat perintah mutasi dirinya resmi dikeluarkan di tengah penanganan kasus-kasus krusial tersebut.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bolaang Mongondow, Lucky Lasabuda, memberikan pernyataan tegas terkait situasi ini. Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan sosok polisi yang memiliki nyali untuk meminimalisir kebocoran-kebocoran anggaran negara melalui penanganan kasus korupsi yang transparan.

Lucky mengingatkan agar kebijakan mutasi ini murni untuk kebutuhan karir, dan bukan menjadi sinyal buruk bagi penegakan hukum di Bolmong ke depannya.

“Perlu ada pertimbangan matang sebelum melakukan mutasi terhadap seseorang yang memiliki track record baik dalam pelayanan dan penyelesaian perkara hukum. Jangan sampai keputusan mutasi ini justru memunculkan indikasi adanya pelemahan dalam proses pengusutan kasus-kasus besar di Bolaang Mongondow yang sedang berjalan,” tegas Lucky mewakili kegelisahan publik.
Kini, di tengah hangatnya pengungkapan kasus-kasus strategis tersebut, AKP Stefanus Mentu harus bersiap melangkah ke tempat penugasan yang baru.

Meski langkah kakinya kini menjauh dari bumi Bolmong, namun jejak keberaniannya telah tertanam dalam di setiap aliran sungai Totabuan dan hutan Oboi yang ia selamatkan dari kerakusan.

Ia pergi dengan kepala tegak, meninggalkan warisan integritas yang membuktikan bahwa kejujuran dan keberanian masih memiliki tempat di hati rakyat kecil.

Bagi masyarakat Bolmong, ia bukan sekadar perwira yang pindah tugas, melainkan seorang putra bangsa yang telah membuktikan bahwa seragam polisi adalah tentang pengabdian tanpa batas untuk alam, keadilan, dan kemanusiaan. (Salman)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia