, Gorontalo Utara – Masalah kesehatan adalah hal yang sangat penting dan menjadi perhatian Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin pada puncak pelaksanaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke 57, Selasa (16/11/2021).
Terkait beberapa hal masalah kesehatan yang menjadi perhatian bupati, diantaranya adalah masalah kematian ibu dan anak.
Dari 13 kasus yang ada di Gorut, 5 kasus terjadi di Kecamatan Sumalata.
“Saya berharap, kepala puskesmas, camat, dan lepala desa duduk bersama melakukan evaluasi penanganan kasus kematian ibu dan anak di kecamatan masing-masing,” tegas bupati.
Selain itu, kata bupati, masalah stunting yang masih 19%, tentunya membutuhkan perhatian dan penanganan dari semua pihak, antara lain pelayanan terhadap balita yang harus lebih ditingkatkan.
Untuk itu, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Gorut, direncanakan tahun depan pemda Gorut akan membangun rumah sakit pratama yang akan dibangun di Kecamatan Tolinggula, dengan anggaran kurang lebih Rp77 miliar.
“Juga akan diupayakan alat-alat medis seperti alat untuk cuci darah dan alat untuk melihat bagian dalam tubuh manusia secara detail, yakni Computerized Tomography Scan (CT Scan),” kata Indra.
Pemda pun berupaya memberikan perhatian terhadap para tenaga kesehatan (nakes), dengan membangun rusun yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh para nakes.
Bupati juga berharap kepada para ibu yang memiliki balita, agar terus memberikan ASI eksklusif sampai umur 2 tahun, agar kekebalan tubuh anak tetap terjaga.
Perhatian pemerintah bukan hanya itu saja, masalah jamban keluarga juga menjadi perhatian bupati mengingat presentase program jamban keluarga di Gorut sudah mencapai 87%.
Bupati juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada Kecamatan Tolinggula yang 8 desanya sudah tidak bebas buang air di sembarang tempat.
Untuk itu, di tahun 2022, bupati Indra Yasin berharap kepada para kepala desa agar dapat menganggarkan kembali pembangunan jamban di masing-masing desa. (Adv/Daily25)














