, KOTAMOBAGU- Pemerintah Kota Kotamobagu menunjukkan kepedulian tinggi terhadap optimalisasi potensi zakat sebagai instrumen pengentas kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Hal ini ditegaskan dalam pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Zakat yang diselenggarakan secara resmi di tingkat kota.
Mewakili Wali Kota Kotamobagu, Asisten Bidang Administrasi Umum, Sahaya Mokoginta, membuka langsung agenda strategis tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam membantu kelompok rentan di wilayah Kotamobagu.
Pemerintah daerah berharap melalui koordinasi ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta unit pengumpul zakat di tiap tingkatan dapat menyelaraskan data dan metode penyaluran. Sinkronisasi ini sangat krusial agar bantuan yang bersumber dari dana umat tersebut tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang bagi para penerima manfaat.
Selain aspek teknis penyaluran, Rakor ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Sahaya Mokoginta mengingatkan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga amil zakat, dan tokoh agama merupakan kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem filantropi Islam yang kuat di daerah.
Pemerintah Kota Kotamobagu berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Melalui tata kelola yang semakin modern, diharapkan zakat tidak hanya sekadar menjadi bantuan konsumtif, namun dapat bertransformasi menjadi modal produktif yang mampu mengangkat taraf hidup warga Kotamobagu ke arah yang lebih sejahtera. (*)














