Padi Sawah Terancam Hama Tikus, UPTD Balintan Gorontalo Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

Akbar

Dailypost Gorontalo — Langkah cepat dan tanggap diperlihatkan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama kelompok tani PM AAS di Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Mengetahui adanya ancaman hama pada tanaman padi sawah yang baru berumur 13 Hari Setelah Tanam (HST), mereka langsung bergerak melakukan aksi pengendalian massal untuk menyelamatkan komoditas pangan daerah, Rabu (2/9/2026).

Ancaman ini terendus berkat pengamatan rutin dan deteksi dini Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang digalakkan di lapangan.

Petugas POPT menemukan indikasi serangan serta populasi tikus yang mulai bersarang di beberapa titik krusial lahan persawahan.

Menyadari fase awal pertumbuhan padi sangat rentan terhadap kerusakan, petugas POPT langsung menerbitkan rekomendasi teknis.

Tanpa menunda waktu, para petani PM AAS segera mengeksekusi rekomendasi tersebut guna melokalisir pergerakan hama sebelum sempat meluas dan merugikan produktivitas panen.

Dalam aksi tanggap darurat tersebut, petani menerapkan metode pengendalian taktis menggunakan rodentisida berbahan aktif belerang, atau yang lebih akrab dikenal oleh masyarakat setempat sebagai “bom tikus”.

Pengendalian difokuskan pada pengasapan (emposan) lubang-lubang aktif yang menjadi sarang persembunyian tikus di sekitar pematang sawah. Penggunaan “bom tikus” dinilai sangat efektif menekan populasi hama langsung dari pusat perkembangbiakannya, terutama saat tanaman padi masih dalam masa vegetatif awal.

Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman (Balintan) DKPTPH Provinsi Gorontalo, Abd Wahid Lahay, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi responsif antara petugas dan petani di Kecamatan Telaga ini.

Beliau menegaskan bahwa kesigapan di lapangan adalah pilar utama dalam strategi perlindungan tanaman modern.

“Deteksi dini merupakan kunci utama dalam pengendalian OPT, Ketika keberadaan tikus dapat diketahui lebih awal, tindakan preventif bisa segera kita ambil sehingga potensi kerusakan fatal pada tanaman dapat ditekan seminimal mungkin, Sinergi kuat antara POPT dan petani seperti inilah yang menjamin setiap ancaman di lapangan bisa langsung diatasi,” ujar Abd Wahid Lahay.

Ia juga menambahkan bahwa menjaga kesehatan tanaman padi sawah di Gorontalo tidak bisa mengandalkan tindakan reaktif setelah kerusakan terjadi. Petani dituntut untuk selalu waspada dan konsisten melakukan pemantauan mandiri terhadap tanda-tanda kehadiran organisme pengganggu.

Desa Luhu diharapkan menjadi role model atau percontohan bagi kelompok tani lainnya di Provinsi Gorontalo.

Melalui pola koordinasi yang matang—mencakup deteksi dini, rekomendasi tepat sasaran, serta eksekusi cepat—sistem pertanian yang berkelanjutan dan swasembada pangan daerah dapat terjaga dengan optimal.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia