GORONTALO – Semangat kemerdekaan terasa begitu hidup di Desa Bua, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah desa bersama Karang Taruna Tinelo Lipu, masyarakat, pemuda, anak-anak, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah, sehat, dan penuh kebersamaan.
Bukan sekadar perayaan tahunan, momentum kemerdekaan di Desa Bua menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam berbagai kegiatan positif. Kehadiran mahasiswa KKN-T UNG turut memberikan warna tersendiri melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial, olahraga, kepemudaan, hingga pelestarian permainan tradisional.
Rangkaian kegiatan diawali pada 16 Agustus 2026 melalui jalan sehat bersama masyarakat Kecamatan Batudaa. Kegiatan tersebut menjadi pembuka yang menggambarkan semangat kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat mengisi momentum kemerdekaan dengan aktivitas yang sehat dan positif.
Semangat tersebut berlanjut pada 17 Agustus 2026. Mahasiswa KKN-T UNG mengikuti apel KORPRI di Kantor Camat Batudaa dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah itu, mahasiswa turut ambil bagian dalam gerak jalan bersama Karang Taruna.
Antusiasme masyarakat dan generasi muda semakin terlihat ketika berbagai kegiatan kemerdekaan mulai digelar di Desa Bua. Salah satunya melalui Turnamen Sepak Takraw Buser Cup 2026 yang dimulai pada 22 Agustus 2026.
Turnamen yang mempertemukan para pemuda tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat, membangun sportivitas, sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan antarwarga.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN-T UNG dan Karang Taruna Tinelo Lipu Desa Bua dalam turnamen tersebut mengusung semangat “Bersatu, Berpadu, Berprestasi”. Semangat itu terlihat tidak hanya dari para peserta yang bertanding, tetapi juga dari masyarakat yang ikut memberikan dukungan dan menyukseskan jalannya kegiatan.
Keseruan perayaan kemerdekaan kemudian berlanjut pada 29 hingga 30 Agustus 2026 melalui perlombaan permainan tradisional di Lapangan Desa Bua. Beragam permainan, mulai dari terompah putri, hadang putra, lari tenggedi buau, hingga lari karung, berhasil menciptakan suasana yang penuh keceriaan.
Anak-anak, pemuda, hingga masyarakat umum ikut ambil bagian. Sorak-sorai dan semangat peserta membuat lapangan desa menjadi ruang berkumpul yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam suasana yang hangat dan akrab.
Menariknya, permainan tradisional yang dihadirkan tidak hanya menjadi hiburan. Di balik keseruannya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda sekaligus menjaga nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Di sinilah peran mahasiswa KKN-T UNG menjadi semakin berarti. Selain menjalankan program kerja pengabdian yang telah dirancang, mahasiswa turut hadir sebagai bagian dari masyarakat Desa Bua. Mereka terlibat langsung dalam kegiatan sosial, olahraga, kepemudaan, dan kebudayaan yang tumbuh di tengah kehidupan warga.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih bermakna ketika perguruan tinggi, pemerintah, pemuda, dan masyarakat bergerak bersama. Setiap pihak mengambil peran sesuai kapasitasnya, sehingga berbagai kegiatan dapat terlaksana dengan semangat partisipatif.
Berakhirnya seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Bua pun menjadi penanda kuatnya semangat kebersamaan yang telah terbangun. Dari jalan sehat, gerak jalan, turnamen sepak takraw, hingga permainan tradisional, seluruh kegiatan menghadirkan pengalaman yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkarya dan berinteraksi.
Bagi mahasiswa KKN-T UNG, keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga diwujudkan melalui kehadiran dan kontribusi dalam berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Rangkaian peringatan kemerdekaan di Desa Bua akhirnya membawa satu pesan penting: kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang sederhana, tetapi memiliki makna yang besar ketika dilakukan bersama-sama.
Melalui semangat “Bersatu, Berkarya, dan Membangun Desa”, mahasiswa KKN-T UNG Desa Bua bersama pemerintah, Karang Taruna, dan masyarakat terus mendorong terciptanya lingkungan yang aktif, kreatif, sehat, dan penuh gotong royong.
Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI berakhir. Justru, kebersamaan yang telah terbangun menjadi modal penting untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan positif dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam membangun Desa Bua.
















