UNG Dorong Tata Kelola Berbasis Data untuk Perkuat Kemandirian Petani dan Koperasi Merah Putih

Dailypost.id
Foto: Tim pelaksana, petani, pengurus Koperasi Merah Putih, pemerintah kelurahan, dan pemangku kepentingan berfoto bersama setelah pelaksanaan workshop.

DAILYPOST.ID GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026. Kali ini, tim pengabdian UNG menghadirkan pendekatan tata kelola berbasis data untuk membantu petani dan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Polohungo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, mengelola usaha pertanian secara lebih terukur.

Program yang dipimpin Dr. Yakob Noho Nani, M.Si. tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan petani, tetapi juga membangun sistem pengelolaan usaha tani yang dapat mendukung pengambilan keputusan, pencatatan biaya, pengukuran hasil, pengendalian mutu, hingga pemasaran.

Melalui program ini, tim pengabdian UNG memperkenalkan sejumlah instrumen praktis yang dapat digunakan petani dan koperasi, di antaranya Kalkulator Usaha Tani, Buku Catatan Usaha Tani Reflektif, timbangan digital, serta alat pengukur kadar air jagung.

Tim Pengabdian UNG Hadirkan Solusi Praktis bagi Petani

Foto: Kalkulator Usaha Tani dikembangkan untuk membantu petani mencatat dan menghitung biaya, produksi, pendapatan, laba, serta titik impas usaha tani jagung.

Salah satu agenda utama program dilaksanakan melalui Workshop Pemasaran Kolektif dan Penggunaan Kalkulator Usaha Tani pada 9 Juli 2026.

Workshop tersebut mempertemukan tim pengabdian UNG dengan petani, pengurus Koperasi Merah Putih, mahasiswa KKN MBKM, Pemerintah Kelurahan Polohungo, serta pemangku kepentingan terkait.

Dalam kegiatan itu, tim pengabdian UNG memberikan pemahaman bahwa pengelolaan usaha tani membutuhkan pencatatan yang baik. Selama ini, keputusan usaha tani sering kali masih didasarkan pada perkiraan sehingga petani kesulitan mengetahui biaya produksi sebenarnya, keuntungan bersih, maupun strategi yang tepat untuk musim tanam berikutnya.

Melalui Kalkulator Usaha Tani, petani diarahkan untuk mencatat berbagai komponen biaya, mulai dari benih, pupuk, herbisida, tenaga kerja, transportasi hingga kebutuhan produksi lainnya.

Baca Juga:   Perspektif Konservasi dan Komodifikasi Wisata Hiu Paus Botubarani Gorontalo, terhadap pariwisata berkelanjutan

Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk menghitung perkiraan pendapatan, keuntungan, dan titik impas usaha tani.

Bagi tim pengabdian UNG, pencatatan tersebut menjadi langkah penting untuk mengubah pengalaman bertani menjadi informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

UNG Dorong Petani Belajar dari Data dan Pengalaman

Foto: Buku Catatan Usaha Tani Reflektif menjadi instrumen pencatatan kegiatan produksi dan pembelajaran bagi petani jagung serta anggota Koperasi Merah Putih di Kelurahan Polohungo.

Selain kalkulator usaha tani, tim pengabdian UNG juga memperkenalkan Buku Catatan Usaha Tani Reflektif.

Buku tersebut menjadi media bagi petani untuk mencatat aktivitas produksi, penggunaan input, biaya, perkembangan tanaman, kendala di lapangan, hasil pengamatan, serta langkah perbaikan yang dapat dilakukan.

Dengan instrumen ini, pengalaman petani dari satu musim tanam dapat terdokumentasi dan digunakan sebagai bahan evaluasi pada musim berikutnya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya tim pengabdian UNG membangun budaya usaha tani yang lebih terencana. Petani tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi mulai memadukannya dengan data mengenai biaya, produksi, mutu, dan kondisi pasar.

Gandeng BULOG untuk Perkuat Pemasaran Kolektif

Program pengabdian UNG juga tidak berhenti pada aspek produksi dan pencatatan. Tim turut menghadirkan perspektif pemasaran melalui keterlibatan Perum BULOG Cabang Gorontalo.

Materi pemasaran hasil pertanian secara kolektif disampaikan oleh Ardika Agung Samudera dari Perum BULOG Cabang Gorontalo.

Tim pengabdian menjadikan pemasaran kolektif sebagai salah satu bagian penting dalam penguatan Koperasi Merah Putih. Melalui koperasi, hasil produksi petani dapat dihimpun sehingga volume, mutu, biaya pengangkutan, waktu penjualan, serta kebutuhan pasar dapat dikelola secara bersama.

Baca Juga:   Sekda Ismail Madjid Optimis Rektor UNG Terpilih Mampu Tingkatkan Kualitas Universitas

Pola tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi tawar petani yang selama ini dapat menghadapi keterbatasan ketika menjual hasil produksi secara individual.

Dengan demikian, koperasi diharapkan tidak sekadar berfungsi sebagai kelembagaan administratif, tetapi berkembang menjadi penghubung antara petani sebagai produsen dengan pasar.

Tim Pengabdian UNG Perkuat Pengukuran Produksi dan Mutu

Untuk mendukung tata kelola berbasis data, tim pengabdian UNG turut menyediakan timbangan digital dan alat pengukur kadar air.

Timbangan digunakan untuk memperoleh data berat hasil panen, sedangkan alat pengukur kadar air membantu petani mengetahui kondisi mutu jagung sebelum dipasarkan.

Data produksi dan mutu tersebut dapat dimanfaatkan Koperasi Merah Putih untuk memperkirakan potensi hasil anggota, mengelompokkan jagung berdasarkan kualitas, merencanakan penanganan pascapanen, dan menentukan strategi pemasaran.

Tim juga memberikan bantuan karung jagung kepada kelompok tani sebagai bagian dari dukungan terhadap penyimpanan dan penanganan hasil panen.

UNG Tekankan Program Berbasis Proses, Bukan Klaim Hasil

Tim pengabdian UNG menekankan bahwa program yang dilaksanakan pada tahap ini belum dapat menyatakan adanya peningkatan produktivitas maupun pendapatan petani dalam bentuk angka.

Hal tersebut karena tanaman jagung masih dalam proses budidaya dan belum memasuki tahap panen serta pengukuran hasil akhir.

Karena itu, perubahan yang dapat ditunjukkan pada tahap pelaksanaan awal lebih berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, tersedianya instrumen pencatatan dan pengukuran, serta mulai diterapkannya tata kelola usaha tani berbasis data.

Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen perguruan tinggi untuk memastikan program pengabdian tidak hanya menghasilkan kegiatan sesaat, tetapi menghadirkan instrumen yang dapat terus digunakan masyarakat setelah program selesai.

Pengabdian UNG Dibangun melalui Kolaborasi

Foto: Tim pelaksana, mahasiswa KKN MBKM, petani, pengurus Koperasi Merah Putih, pemerintah kelurahan, dan pemangku kepentingan berfoto bersama setelah pelaksanaan workshop.

Tim pengabdian UNG menilai keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Baca Juga:   Ketua Umum IKPRI Suntik Semangat PKPRI Gorontalo, Targetkan Pengembangan Minimarket dan Penambahan Anggota

Petani menjadi pelaksana utama dalam pencatatan dan perbaikan praktik produksi. Koperasi berperan mengelola informasi anggota, menghimpun hasil produksi, dan mengembangkan pemasaran bersama.

Pemerintah Kelurahan Polohungo diharapkan terus mendukung penguatan kelembagaan masyarakat, sementara perguruan tinggi memberikan pendampingan dan pengembangan instrumen sesuai kebutuhan petani.

Keterlibatan mahasiswa KKN MBKM juga menjadi bagian dari ekosistem pengabdian tersebut. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu proses pendampingan sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami persoalan nyata masyarakat.

Bagi UNG, pengabdian kepada masyarakat tidak sekadar mentransfer pengetahuan dari kampus kepada masyarakat. Lebih dari itu, program tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung dan berkelanjutan.

Melalui tata kelola berbasis data, tim pengabdian UNG berupaya membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan usaha tani, mencatat, mengukur, mengevaluasi, dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Jika diterapkan secara konsisten, pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian petani sekaligus meningkatkan fungsi Koperasi Merah Putih sebagai kelembagaan ekonomi masyarakat di Kelurahan Polohungo.

Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 ini dipimpin oleh Dr. Yakob Noho Nani, M.Si., dengan melibatkan petani, pengurus Koperasi Merah Putih, mahasiswa KKN MBKM, Pemerintah Kelurahan Polohungo, Perum BULOG Cabang Gorontalo, serta pemangku kepentingan lainnya. (**)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia