, Gorontalo – Indonesia saat ini dihadapi pada situasi dimana hampir sepertiga bayi yang lahir diproyeksikan mengalami stunting, termasuk di Provinsi Gorontalo.
Presiden telah melakukan rapat kerja terbatas pada tanggal 25 Januari 2021 bersama dengan beberapa kementerian/lembaga terkait, dan telah menginstruksikan kepada Kepala BKKBN sebagai Ketua Pelaksana upaya percepatan penurunan stunting.
Instruksi ini diambil berdasarkan pada aspek legal tugas dan fungsi BKKBN yang ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Mengutip apa yang disampaikan Presiden Republik Indonesia (RI), Jokowi dalam sambutannya, pada kegiatan Rakernas BKKBN bulan Januari kemarin, salah satu alasan dipilihnya BKKBN sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting adalah, karena BKKBN memiliki SDM sampai pada lini terbawah yang mampu bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Melihat data stunting berdasarkan Servei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 Indonesia mengalami penurunan angka stunting sebesar 2,8%.
Untuk Provinsi Gorontalo pada tahun 2021, berada pada angka 29%, pada tahun 2022 angka stunting turun sampai pada angka 23,8%. Artinya mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 5,2%.
Pejabatan Gubernur Provinsi Gorontalo, Hamka Hendra Noer yang turut hadir pada kegiatan Rekerda BKKBN untuk program Bangga Kencana tahun 2023, mengatakan bahwa dirinya turut mengapresiasi atas kinerja yang diberikan BKKBN Gorontalo selama ini untuk penangan stunting di Gorontalo, berkat pelaksanaan program bangga kencana yang telah diimplementasikan dengan baik.
“Ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Melirik penurunan angka stunting di kabupatan/kota,” kata Hamka, di Galiroom Puri Manggis Hotel Aston Gorontalo. Rabu (15/02/2023).
Ia juga mengungkapkan apresiasinya kepada Kabupaten Pohuwato yang berhasil menurunkan stunting dengan angka yang sangat fantastis.
“Tahun 2021 Pohuwato berada pada angka 34,6% dan pada tahun 2021 turun sampai pada persentase 6,4%. Prestasi ini tentunya tidak lepas dari peran semua lintas sektor yang turut mengambil andil dalam percepata penurunan stunting khususnya di Provinsi Gorontalo,” ungkapnya.
Selain itu Hamka mengharapakan kepada perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo melalui Rekerda BKKBN untuk program Bangga Kencana tahun 2023, dapat melahirkan satu ide pokok dan gagasan baru untuk dapat diimplementasikan di lapangan.
“Saya menaruh harapan yang sangat besar kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo dengan kekuatan lini lapangannya dapat mewujudkan tujuan mulia untuk mensejahterakan keluarga-keluarga di Gorontalo,” jelasnya.
“Tinggalkan cara-cara rutin yang sangat birokratis, perkuat semangat kemitraan, tempuh inovasi yang memiliki dampak majemuk dan manfaatkan pengetahuan serta kemajuan pembangunan teknologi informasi.” pungkasnya. (Jefri)















