, Bone Bolango – Lomba foto pesona Bone Bolango yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) itu, dinilai tidak profesional oleh peserta pada lomba tersebut.
Protes itu diungkapkan Stenly salah satu peserta kepada Dailypost.id, Ahad (10/09/2023). Saat mengetahui sejumlah foto yang dikirimkan ke panitia melalui Gmail tercecer dan tidak terindentifikasi oleh panitia.
Pasalnya, foto tersebut dikirim dari tanggal 23 Agustus serta sudah dikonfirmasi melalui whatsapp panitia bahwa foto sudah dikirim lewat Gmail. Sesuai syarat pendaftaran lomba dimulai tanggal 9 sampai dengan 30 Agustus 2023 namun diperpanjang sampai tanggal 6 September, serta dimintakan file asli dikirimkan ke email Disparpora.
“Saya memasukan foto di tanggal 23 Agustus, namun saya konfirmasi dulu lewat DM ke panitia tersebut. Kemudian dibalas tanggal 25 tapi sebelum dibalas saya juga sempat kontak nomor whatsapp panitia, di situ saling chat katanya dimintakan untuk di tag akun @Bonebol_tourism,” ungkapnya.
Menurutnya, foto yang dikirim sudah sesuai ketentuan lomba yang dimintakan panitia namun sayang foto tersebut harus tercecer. Sehingga Stenly melontarkan spekulasi bahwa apakah yang mengikuti lomba harus ada orang dalam dulu sampai foto masuk pameran. “Jadi saya berspekulasi apa harus punya kenalan di situ dulu,” ucapnya dengan penuh kekecewaan.
Ia menerangkan bahwa sebelumnya, ia sudah mengirimkan foto melalui Gmail dan Instagram dengan tagline @Bonebol_tourism namun setelah dikonfirmasi kembali melalui whatsapp, terterah centang dua dan tidak dibaca panitia.
“Saya sudah ikuti semua ketentuannya kemudian saya whatsapp kembali, namun admin lomba ini centang dua tanpa tanda terbaca setelah itu di tanggal 1 sampai 3 saya cek belum ada pameran, ternyata diperpanjang 6 September nanti pamerannya akan diadakan tanggal 8 sampai 10. Kemudian saya cek tanggal 8 ternyata foto saya tidak ada, tidak dipamerkan,” jelasnya.
“Lalu saya konfirmasi ke DM IG tidak dibalas, dan nanti saya konfirmasi ke Email itu dibalas, katanya mohon maaf kami sampaikan pak, ada kesalahan teknis dari tim kami karena foto pak Stenly tercecer masuk dalam SPAM. Sehingga tidak terindentifikasi oleh tim panitia,” sambungnya.
Lanjut Stenly, foto yang ia kirimkan sudah sangat pantas untuk dipublis ketimbang beberapa foto yang tidak melalui ketentuan dari syarat perlombaan.
“Saya melihat beberapa foto yang masuk dipameran tidak ada di tag di akun panitia sesuai ketentuan sedangkan saya yang sesuai prosedur malah tidak masuk.” pungkasnya.
Hingga berita ini dilangsir wartawan Dailypost.id telah melakukan upaya konfirmasi ke pihak panitia melalui panggilan whatsapp namun tidak dijawab.















