Rawat Tradisi dan Budaya, Fakultas Olahraga & Kesehatan UNG Gelar Pelatihan PoloPalo

DAILYPOST.ID – Guna memuwujdkan Tri Dharma Perguruan tinggi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kegiatan Program Bina Desa (PBD), dengan menyelenggarakan Pelatihan Polopalo di Desa Bua, Kecamatan Batudaa, Rabu(7/8/2020).

Kegiatan tersebut diperuntukan bagi pemuda yang tergabung dalam karang taruna.

PBD ini selenggarakan, mengingat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aspek penting dalam kemajuan desa.

Adapun tema yang di angkat kali ini, cukup menarik, yaitu “Merawat Tradisi, Membumikan Kebudayaan”.

Kegiatan ini sedianya akan dilaksanakan selama 2 hari.

Ketua panitia penyelenggara, Reski Laoh menjelaskan, pelatihan alat musik PoloPalo bertujuan untuk mengimbangi era digitilalisasi yang tidak bisa dipungkiri telah membuat para pemuda enggan mempelajari kebudayaan di daerah sendiri.

“Era digitalisasi membuat para pemuda enggan mempelajari kebudayaannya. Sehingga kegiatan ini menjadi gerakan untuk membumikan alat musik PoloPalo,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Edy Dharma Putra Duhe selaku Wakil Dekan III Bidang Alumni dan Kemahasiswaan Fakulatas Olahraga dan kesehatan UNG mengatakan, PBD bertujuan untuk mempererat hubungan kerjasama.

“Program Bina Desa (PBD) ini diadakan supaya terjalinnya hubungan kerjasama yang baik antara pihak fakultas dan desa. Pemilihan Desa Bua sebagai tempat program binaan, karena memiliki potensi dalam pengembangan budaya terlebih khususnya pemuda desa bua sangat kental dengan alat musiknnya yakni polopalo dan terdapatnya Dwiva Sanggar Seni menambah nilai tersendiri untuk Desa Bua,” kata Edy.

Senada dengan itu, Kepala Desa Bua, Maslan Pauweni menginginkan agar sinergitas antara fakultas olahraga dan kesehatan dengan Desa Bua tetap terjalin erat. Sebab kata dia, program Desa Bua kedepan adalah menjadikan Desa Bua sebagai Desa Budaya.

“Semoga saja kerjasama ini akan berkesinambungan. Kebetulan program dari pihak kampus selaras dengan keadaan kondisi desa bua yang kental dengan kebudayaan terkusus alat musik polopalonya,” pungkas Maslan.

Maslan mengharapakan, melalui kegiatan ini, alat musik PoloPalo dapat dikenal ke tingkat nasional dan pelatihan PoloPalo dapat berkesinambungan dan bisa membuat suatu gerbrakan baru di bidang kebudayaan. (daily12/rilis)









Sablon Kaos Satuan di Gorontalo