, Asahan – Bupati dan Wakil Bupati Asahan melakukan safari ramadan khusus di Masjid Al Majid Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Rabu (5/5/2021) malam.
“Kami merasa bangga, karena dari 25 kecamatan yang ada di Kabupaten Asahan, Kecamatan Tinggi Raja menjadi salah satu kecamatan yang terpilih oleh Pemerintah Kabupaten Asahan dalam safari ramadhan khusus Pemerintah Kabupaten Asahan,” ujar Camat Tinggi Raja, Ahmad Saipul Parlagutan Pasaribu dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia juga berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan dapat mengusulkan pembangunan di SMK Negeri 1 Tinggi Raja ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Semoga dengan usulan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pembangunan SMK tersebut dapat terealisasikan,” harapnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan, di Kecamatan Tinggi Raja ada sebuah destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, yakni destinasi Danau Teratai.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Asahan memperhatikan destinasi ini, sehingga banyak masyarakat, baik dari Kabupaten Asahan maupun masyarakat luar Kabupaten Asahan datang ke destinasi wisata Danau Teratai untuk menikmati wisata tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, sebelum menyampaikan sambutannya, Bupati Asahan, Surya dan Wakil Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar menyerahkan bantuan kepada Ketua BKM Masjid Al Majid berupa uang tunai serta cinderamata juga memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
Dalam kesempatan itu, Bupati Asahan, Surya menghimbau agar masyarakat tetap menjaga keamanan, ketertiban dan kerukunan selama bulan suci ramadan, tidak berkumpul atau berkerumun untuk urusan yang tidak perlu serta tidak melakukan konvoi/pawai dan takbir keliling di jalan-jalan.
Kepada BKM Masjid Al Majid, ia juga berpesan agar senantiasa melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara membersihkan lantai, jamaah harus tetap memakai masker, menyiapkan cuci tangan, dan membawa sajadah masing-masing, mempersingkat waktu taushiyah, shalat tarawih, tadarus dan amaliyah-amaliyah lainnya dengan tidak mengabaikan rukun dan syarat.
“BKM dihimbau untuk selalu memantau jamaah yang datang dari luar guna menghindari penyebaran Covid-19 dan apabila ada jamaah yang terganggu kesehatannya, maka BKM/jamaah segera menghubungi pusat kesehatan setempat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menganjurkan, agar pelaksanaan shalat Idul Fitri dilaksanakan di Masjid/Musholla atau disesuaikan situasi dan kondisi dengan mengikuti protokol kesehatan.
Kemudian, ia juga menghimbau agar masyarakat tidak melakukan mudik dan mendukung suksesnya vaksinisasi nasional yang telah dicanangkan sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Pelaksaan safari ramadan khusus yang dilaksanakan Pemkab Asahan kali ini tidak disertai dengan berbuka puasa bersama. Hal itu, pasca keluarnya surat edaran Menteri dalam Negeri no. 800/2784/SJ tentang larangan berbuka puasa bersama pada bulan ramadan dan kegiatan Open House/Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021.
Oleh sebab itu, pelaksanaan safari ramadan khusus kali ini berbeda dengan pelaksanaan safari ramadan sebelumnya.
“Rombongan safari ramadan khusus kali ini tidak melaksanakan buka puasa bersama sesuai dengan surat edaran Menteri Dalam negeri. Kta hanya melaksanakan sholat Isya dilanjutkan dengan sholat Taraweh berjamaah serta Tausiah tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.
Terkait harapan masyarakat yang menginginkan pembangunan SMK Negeri I Tinggi Raja, ia menegaskan, akan mendukung dan mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Meskipun secara khusus, SMK tidak lagi menjadi wewenang pemerintah kabupaten.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan pembangunan SMK Negeri 1 Tinggi Raja seperti harapan masyarakat, karena rencana pembangunan SMK tersebut sudah lama direncanakan,” pungkasnya.
Selanjutnya, terhadap Danau Teratai yang menjadi salah satu icon destinasi wisata di Kabupaten Asahan, ia mengatakan, akan memperhatikan icon wisata tersebut.
Namun, ia juga berharap kepada pemerintah kecamatan dan desa agar dapat berkerjasama dengan masyarakat guna menjaga aset wisata tersebut dengan sebaik mungkin dan selalu membuat inovasi-inovasi baru dalam memajukan destinasi wisata dengan melakukan koordinasi dengan OPD terkait.
Terakhir, kegiatan safari ramadan khusus Pemkab Asahan tahun ini di isi tausiyah agama oleh Al-Ustadz Aswiluddin Rambe.
Ada 3 point penting yang disampaikan Al-Ustadz pada 10 hari terakhir bulan ramadan kali ini, yakni meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT, sebab 10 malam terakhir ini ada satu malam yang paling mulia dari 1000 bulan yaitu malam Lailatul Qadar.
“Point kedua, agar kita senantiasi berbuat baik kepada kedua orang tua kita dan point terakhir, yaitu menata hati, pandai mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT,” tutupnya. (Supariono)















