Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menantang para pengurus dan alumni Ikatan Keluarga Alumni SMPP 56/SMAN 3 Gorontalo untuk melaksanakan kegiatan donor darah massal dengan target 1.000 kantong darah. Tantangan itu disampaikan saat membuka Lomba Keroncong dalam rangka peringatan HUT ke-50 SMPP 56/SMAN 3 Gorontalo, Kamis (07/08/2025).
“Saya tantang para alumni untuk bisa donor 1.000 kantong darah. Alumni SMPP 56 dan SMAN 3 ini banyak sekali, tersebar di seantero Gorontalo,” ujar Gubernur Gusnar disambut tepuk tangan para hadirin.
Menurut Gusnar, donor darah bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk kepedulian nyata terhadap sesama yang sangat membutuhkan. Ia menekankan bahwa kebutuhan darah di Gorontalo meningkat dari waktu ke waktu, dan ketersediaannya sangat tergantung pada kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor.
“Permintaan darah di Gorontalo terus meningkat. PMI sebagai pengelola kantong darah tidak bisa bekerja sendiri jika tidak didukung masyarakat. Karena itu, saya ajak alumni SMPP 56 dan SMAN 3 Gorontalo untuk ikut berkontribusi,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia HUT ke-50 SMPP 56/SMAN 3 Gorontalo, Herlina Dumbi, melaporkan sejumlah kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan. Selain lomba keroncong, perayaan tahun emas ini juga diramaikan dengan:
- Pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter,
- Jalan sehat,
- Gebyar UMKM dari alumni, siswa, dan orang tua,
- Bakti sosial, serta
- Tali asih untuk para pensiunan guru.
Perayaan HUT ini juga sekaligus menjadi momen mengenang sejarah panjang lembaga pendidikan tersebut. SMPP 56 berdiri pada tahun 1975, dan pada 1985 berganti nama menjadi SMAN 3 Gorontalo.
Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah:
“Belajar dan Mengajar Sepenuh Hati untuk Indonesia Emas 2045 yang Berkarakter, Bergotong Royong, Cerdas, Kreatif, dan Unggul.”
Sebagai bagian dari peringatan, Gubernur Gusnar turut meresmikan pintu gerbang baru SMAN 3 Gorontalo, simbol semangat baru menuju pendidikan yang unggul dan inklusif di era mendatang.















