, GORONTALO – Pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, dan peningkatan kesehatan ibu dan anak menjadi fokus pembahasan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (12/10/2026), tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi program antara TP PKK dan SERUNI dalam mendukung pemberdayaan perempuan di daerah.
Diskusi berlangsung dalam suasana akrab dan turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo.
Nani Ismail Mokodongan menyambut baik kehadiran rombongan SERUNI dan menilai kolaborasi antarlembaga tersebut berpotensi memperkuat berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan perempuan dan keluarga.
“Kami di Gorontalo sangat terbuka untuk bersinergi. Program-program pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak menjadi fokus bersama,” ujar Nani.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga. Karena itu, dukungan melalui program pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, serta edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah anggota SERUNI Kabinet Merah Putih, di antaranya Liza Thohir, Ida Rachmawati, Ninuk Mardiana Pambudy, Rika Mahendra, dan Uni Wihaji.
Idayanti Supratman turut terwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI.
Kehadiran para perwakilan SERUNI menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya dalam program yang berkaitan dengan perempuan, keluarga, dan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi TP PKK Gorontalo dan SERUNI diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain pelatihan keterampilan bagi perempuan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan, serta edukasi kesehatan keluarga.
Upaya tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak serta memperkuat kontribusi keluarga dalam pencegahan stunting.
Kolaborasi pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan lembaga terkait dinilai penting agar program pemberdayaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Melalui pertemuan ini, TP PKK Provinsi Gorontalo berharap terbangun kerja sama yang berkelanjutan dengan SERUNI Kabinet Merah Putih untuk memperluas kesempatan perempuan dalam meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan memperkuat ketahanan keluarga di Gorontalo.














