Wabup Merlan: Kolaborasi Multipihak Dibutuhkan dalam Penurunan Stunting dan Miskin Ekstrem

Dailypost.id
Wabup Bonebol, Merlan S. Uloli bersama dengan jajaran organisasi multipihak. (Foto : Jefri )

DAILYPOST.ID , Bone Bolango – Dalam rangka penurunan stunting dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, berdasarkan Pepres nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan Inpres nomor 4 tahun 2022 tentang percepatan, penghapusan kemiskinan ekstrem, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Bone Bolango (Bonebol) membutuhkan peran multipihak di Kabupaten Bone Bolango melalui Gerakan Kompas (kolaborasi organisasi dan masyarakat) untuk penanggulangan kemiskinan dan stunting.

Wakil Bupati (Wabup) Bonebol, Merlan S. Uloli usai mengikuti rapat tersebut mengatakan, rapat tersebut merupakan pertemuan perdana, jajaran Pemkab Bonebol dengan mitra organisasi dan Masyarakat yang berada di Bonebol.

Tujuan pertemuan itu untuk bagaimana menurunkan stunting dan miskin ekstrem dengan cara malakukan kolaborasi, serta merencanakan intervensi seperti apa yang akan dilakukan kedepan dan itu dirembuk sampai menemukan solusi.

Baca Juga:   Bone Bolango Satu-satunya Daerah di Provinsi Gorontalo Masuk Penilaian KaTa oleh Kemenparekraf

“Kita memulai dengan rapat bersama, dan Alhamdulillah, banyak mendapatkan respon yang baik, bagi perguruan tinggi dan organisasi profesi yang punya kaitan, bagaimana program penurunan stunting dunia pendidikan, dan akan bekerja sama dengan kita,” ujarnya pada awak media di ruangan rapat bupati, Kamis (09/03/2023).

Selain itu juga, kata Merlan, Pemkab Bonebol akan melakukan intervensi pada calon pengantin (Catin) juga kemudian pada masa remaja untuk mengetahui informasi stunting, sehingga remaja-remaja putri yang akan siap mengandung nanti, dapat mengetahui bagaimana persiapannya dan alat-alat produksinya untuk nanti melahirkan anak-anak yang tidak stunting.

Baca Juga:   Bentuk 22 Kampung Keluarga Berkualitas, Cara Ampuh Pemkab Pohuwato Atasi Stunting

“Disamping kita intervensi anak yang sudah stunting, tapi kita juga ada melalui pendidikan-pendidikan, dan penyuluhan-penyuluhan dari hulunya, jadi rumah tangga yang baru ini sudah tau apa yang menyebabkan seorang ibu melahirkan anak stunting.” pungkasnya. (Jefry_Potabuga)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   TTE Siap Sempurnakan Program PaperLess dan Cashless Bonebol
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia