, Jakarta – Kementerian ATR/BPN menargetkan pendaftaran tanah sistematis seluas 4,8 juta hektare melalui Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) periode 2025-2029 dengan dukungan Bank Dunia.
Sekjen ATR/BPN Dalu Agung Darmawan mengatakan ILASPP memiliki cakupan dan dampak besar sebagai fondasi tata kelola pertanahan dan tata ruang jangka panjang.
Program ini melibatkan lintas kementerian/lembaga termasuk Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kemendagri, dengan prioritas integrasi data pertanahan dan tata ruang serta modernisasi sistem informasi agar pengambilan keputusan lebih akurat.
“Keberhasilan proyek ditentukan komitmen pemerintah, efektivitas kelembagaan, dan kualitas koordinasi,” ujar Dalu dalam Kick-Off Meeting Implementation Support Mission ILASPP di Jakarta, Senin (26/10/2026).














