PWI Bersama BPBD Trenggalek Distribusikan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan

DAILYPOST.ID ,Trenggalek – Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan panjang tak terkecuali di Kabupaten Trenggalek. Dampaknya, sudah ada 10 kecamatan terdeteksi kekurangan air bersih. Bahkan, luasan terdampak kekeringan akan terus bertambah jika musim penghujan tidak segera turun.

Hal tersebut, memicu berbagai kalangan untuk turut membantu mengurangi beban warga. Tak terkecuali, organisasi profesi awak media yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perkumpulan jurnalis itu pun diagendakan ikut menyumbang air bersih ke sejumlah titik.

Baca Juga:   Senyum Bahagia Warga Desa Lomuli Anggrek Nikmati Air Bersih

Ketua PWI Trenggalek, Hardi Rangga, menyampaikan, bahwa inisiasi tersebut muncul disebabkan oleh adanya rasa kepedulian terhadap sesama anak bangsa yang sedang membutuhkan uluran tangan.

“Tanpa tendensi apapun, inisiasi ini murni karena kepedulian sosial terhadap saudara-saudara kita yang kebetulan sedang kesulitan air bersih,” ucap Hardi, Kamis, 19 Oktober 2023.

Menurut dia, untuk penyaluran bantuan air bersih, pihak PWI telah berkoordinasi dengan BPBD Trenggalek. Mengingat, sementara ini yang mampu dan mempunyai kualifikasi terkait kebencanaan adalah institusi dimaksud (BPBD). Sedangkan untuk titik lokasi, kali ini difokuskan ke wilayah Kecamatan Suruh.

“Alhamdulillah, dengan komunikasi dan koordinasi yang baik antara PWI dan BPBD Trenggalek mampu menyediakan 2 tangki air bersih. Untuk tujuannya, beberapa titik di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh,” ujarnya.

Baca Juga:   Bakal Turun Aksi, PWI Gorontalo Kecam Tindakan Intimidasi Terhadap Wartawan

Diharapkan, masih kata Hardi, ketika semua bisa terlaksana dengan baik, kedepannya akan mampu memotivasi pihak-pihak lain ikut ambil bagian. Sebab, ketika semua pihak punya kepedulian, maka beban dari warga terdampak kekeringan bisa terkurangi.

“Kami berharap, bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dengan tepat sasaran,” harap Hardi.

Senada, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono menyatakan bahwa bantuan air bersih kali ini memang hasil kolaborasi antara Pemkab Trenggalek dan PWI. Dengan didampingi jajaran Polsek Suruh dan Pemerintah Desa Mlinjon distribusi bisa sesuai target.

“Untuk bantuan kali ini, memang hasil kolaboratif antara Pemkab Trenggalek melalui BPBD dan PWI. Ada 2 tangki air bersih kapasitas 6000 liter dan 4000 liter yang didistribusikan ke Dusun Selorejo, Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh,” ujar Triadi.

Baca Juga:   Apresiasi Kinerja Pudam Gorut, Bupati : Saya Tidak Salah Pilih Orang.!

Sambung Triadi, mengingat untuk kekeringan kali ini berbeda dengan tahun 2022 silam. Karena cakupan wilayah yang terdampak cukup parah hingga 10 kecamatan. Padahal, periode lalu hanya ada 2 kecamatan. Sehingga, diperlukan sinergitas antar stakeholder guna membantu memberikan solusi bersama.

“Kekeringan kali ini berbeda dari sebelumnya. Tahun 2022 lalu, hanya 2 kecamatan yang cukup parah. Sedangkan saat sekarang meluas hingga ke 10 kecamatan. Sehingga, diharapkan pihak-pihak terkait bersinergi demi membantu mengulurkan tangan,” pungkas Triadi mengakhiri. (Sar)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia