Cemburu Berujung Maut! Bukti Rusaknya Tatanan Keluarga Akibat Jauh Dari Aturan Allah

Dailypost.id
Ilustrasi
Oleh: Devina Nur Latifa | Aktivis Muslimah

DAILYPOST.ID Opini — Pada Rabu (3/9/25) sekitar pukul 16.00 Wita telah terjadi penikaman yang dilakukan oleh seorang pria berinisial SN (50) kepada istrinya, IH (45) hingga tewas di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo. Aksi nekat tersebut dilakukan pelaku saat memergoki istrinya sedang video call dengan pria lain di rumah makan. Sampai berita ini ditulis pelaku masih menjadi buronan dan melarikan diri ke dalam hutan.

Hal serupa juga pernah terjadi di Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Pohuwato, Minggu (9/2/25) sekitar pukul 04.00 Wita. Seorang suami tega menikam istrinya pakai pisau hingga tewas. Diduga gegara pelaku cemburu dengan korban yang mendengar istrinya berbicara dengan pria lain melalui sambungan telepon. Pada tahun 2021 silam juga terjadi kasus suami bunuh istri. Peristiwa ini terjadi di Desa Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo pada Selasa, (26/09/2021) lalu. Kejadian sadis itu terjadi saat tersangka meminta klarifikasi dari istrinya terkait hubungannya dengan pria lain. Karena tidak mendapat jawaban pasti, tersangka naik pitam dan langsung menganiaya istrinya hingga tewas.

Akar Masalah

Sungguh ironis, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh suami kepada istri dikarenakan cemburu sering terjadi dan berakhir tragis. Padahal sejatinya kehidupan suami-istri dipenuhi dengan keharmonisan, kasih sayang, ketentraman akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya banyak dipenuhi dengan bumbu-bumbu perselingkuhan. Perselingkuhan tidak memandang usia rumah tangga sudah lama atau baru seumur jagung, selama itu ada “niat dan kesempatan” maka perselingkuhan kapan saja bisa terjadi.

Maraknya perselingkuhan sejatinya tengah menunjukkan rapuhnya ikatan pernikahan dan bangunan keluarga saat ini. Suami atau istri bisa dengan mudah melanggar janji pernikahan yang telah mereka ucapkan. Pernikahan pun tidak lagi menjadi ikatan sakral yang harus dijaga. Bahkan, perselingkuhan dianggap “solusi” untuk kehidupan yang lebih bahagia. Inilah dampak kehidupan sekuler terhadap mahligai rumah tangga.

Baca Juga:   Solusi Islam: Benteng Remaja dari Narkoba

Sekularisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga membuat suami-istri memiliki aqidah yang lemah, hingga tidak memahami hakikat dirinya sendiri sebagai hamba Allah, bahkan jauh dari pemahaman terhadap syariat Islam yang mengatur tentang fungsi keluarga, serta aturan-aturan dalam rumah tangga, maka ketaqwaan tidak lagi ada dalam rumah tangga yang mampu menghadapi berbagai persoalan juga kemaksiatan seperti perselingkuhan dan pembunuhan. Sekularisme juga membuat manusia mengesampingkan aturan Allah dalam berperilaku yakni bebas bergaul dengan yang bukan pasangannya, banyak juga tontonan yang menjadi tuntunan baik dari televisi maupun media sosial seperti halnya film-film pelakor dan pebinor, pacaran, membuka aurat dan lainnya yang memancing syahwat. Hingga akhirnya selingkuh pun terlintas dalam pikirannya. Bahkan suaminya tidak mampu mengontrol emosi sehingga ketika kemarahan datang bisa mengakibatkan hilangnya nyawa pasangannya. Emosi ini sebenarnya bagian dari gharizah baqa’ (naluri mempertahankan diri). Saat suami merasa istri tidak lagi setia, hatinya tersakiti dan tidak mau menerima. Ia kemudian marah dan butuh sarana untuk melampiaskan kemarahan.

Sayangnya, tidak adanya kontrol membuatnya kalut sehingga manusia mampu melakukan hal-hal yang dengan entengnya mereka lakukan tanpa rasa takut melanggar syariat asalkan hajatnya terpenuhi. Contohnya membunuh. Hal ini diperparah dengan sanksi yang diberikan oleh negara kepada pelaku pembunuhan tidak memberikan efek jera terhadap pelaku. Maka tak ayal kasus pembunuhan akibat cemburu yang terjadi antara suami-istri terus terjadi.

Islam Solusinya

Islam adalah agama yang sempurna yang Allah turunkan untuk manusia, yang bukan sekedar agama semata melainkan berisi peraturan hidup untuk menjaga kemuliaan manusia sekaligus akan menjaga keutuhan keluarga serta mengukuhkan bangunannya. Islam adalah satu-satunya sistem yang bisa menyelesaikan persoalan kehidupan dari hulu hingga hilir, sepanjang masa sampai hari kiamat.

Baca Juga:   Solusi Islam: Benteng Remaja dari Narkoba

Dalam islam, membangun sebuah rumah tangga harus berlandaskan pada akidah islam. Akidah Islam adalah landasan bagi mukmin untuk mengikuti aturan Allah Taala. Sehingga tujuan hidup dalam membina rumah tangga juga karena perintah Allah, bukan karena ada manfaat apapun dari semua itu. Mereka juga akan memahami peran sebagai suami atau istri. Seorang suami menjadi pemimpin, pelindung, penjaga, pembela dan lain sebagainya dalam rumah tangga, serta mampu berpikir optimal dan tidak mudah tersulut emosi. Dengan begitu tidak sempat berfikir untuk melakukan kejahatan terhadap istri apalagi sampai menghilangkan nyawanya. Sedangkan istri, wajib menjaga dirinya dari segala sesuatu yang menodai kehormatannya, menjaga harga dirinya, menjunjung kemuliaannya, menjauhkannya dari perbuatan yang melanggar hukum syariat termasuk perselingkuhan.
Islam tidak hanya mewajibkan para pasangan untuk menjaga keberlangsungan pernikahan, melainkan juga mewajibkan masyarakat, bahkan negara, untuk turut menjaga ikatan pernikahan. Masyarakat akan menjadi alat kontrol efektif dalam menjaga ikatan pernikahan. Mereka tidak akan tinggal diam jika ada perempuan dan laki-laki yang berkhalwat. Mereka pun akan bertindak (amar makruf nahi mungkar) pada mereka yang tidak sempurna menutup aurat sebab hal demikian bisa merangsang jinsiyyah lawan jenisnya. Begitupun juga negara, negara yang berlandaskan pada akidah islam punya tanggung jawab dalam meriayah seluruh rakyatnya, membantu rakyatnya agar hidup tenang aman dan damai dalam suasana keimanan, sehingga di dalam rumah rumah tangga pun jauh dari perbuatan maksiat, karena negara wajib berperan menjaga aqidah umatnya agar terhindar dari perbuatan maksiat termasuk perselingkuhan dan pembunuhan.

Sistem Islam juga menerapkan aturan pergaulan antara pria dan wanita baik langsung maupun di medsos akan selalu perketat dan diperhatikan sehingga tidak akan menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan pada masing-masing pasangan. Negara juga akan mencegah hal-hal yang akan mengantarkan seseorang bermaksiat kepada Allah SWT. Tontonan yang ditayangkan justru akan menumbuhkan keimanan. Selain itu negara juga akan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku pembunuhan, sebagaimana dalam firman Allah :

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh, orang yang merdeka dengan orang yang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barang siapa yang mendapatkan suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti cara yang baik, hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah keringan dari Tuhanmu dan suatu rahmat. Barang siapa melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang pedih.” (QS. Al-Baqarah: 178).

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita campakan sistem sekularisme buatan manusia ini, lalu kita terapkan sistem yang baik yakni Islam, yang datang dari sang pencipta dunia dan seisinya yakni Allah SWT. Sehingga setiap lini kehidupan akan selalu terhindar dari kemaksiatan dan kejahatan, termasuk terciptanya kehidupan mahligai rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah dan jauh dari perselingkuhan dan pembunuhan. Wallahu’alam bishowab.

 

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia