Dengan Teknologi RDF, TPA Rawa Kucing Ubah Sampah Jadi Energi dan Kompos

Pj Walkot Tangerang Nurdin saat melepas truk berisi berkarung-karung kompos yang akan didistribusikan ke 104 kelurahan. (Sumber Foto: Istimewa)

DAILYPOST.ID Jakarta– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berupaya melakukan penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing untuk mengatasi persoalan sampah. Salah satu langkah signifikan yang dilakukan adalah memaksimalkan produksi kompos dari sampah organik yang masuk ke TPA setiap harinya.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin, mengungkapkan bahwa produksi kompos di TPA Rawa Kucing mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya hanya 1 ton sampah organik, kini pengolahan sampah sudah mampu mencapai 2,5 ton per hari.

“Dulu dari 1 ton sampah organik dihasilkan sekitar 600 kilogram kompos. Sekarang dengan kapasitas 2,5 ton sampah organik, hasilnya bisa mencapai 1,5 ton kompos setiap harinya. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan penataan yang terus kami lakukan di TPA Rawa Kucing,” ungkap Nurdin, Senin (16/12/2024).

Selain metode composting, Pemkot Tangerang juga memanfaatkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang memiliki dua jalur produksi (line). Teknologi ini mampu mengolah sekitar 50 ton sampah setiap harinya.

Baca Juga:   Semarak HUT Ke-52 PDIP: Soekarno Run dan Hiburan Kelompok Pemuja Koplo

“Mesin RDF ini tidak hanya menghasilkan 20 hingga 30 ton RDF sebagai bahan bakar setara batu bara, tetapi juga mampu memproduksi 10 ton bahan baku untuk dijadikan kompos,” jelas Nurdin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa TPA Rawa Kucing menggunakan dua metode utama dalam pengolahan sampah, yakni sistem composting dan teknologi maggot di Integrated Treatment Facility (ITF) Jatiuwung. Kedua metode tersebut diintegrasikan untuk memaksimalkan pengolahan sampah organik dan mengurangi volume sampah di TPA.

Dalam rangka menggerakkan partisipasi masyarakat, Pemkot Tangerang meluncurkan program Sedekah Kompos. Program ini menandai pendistribusian 1,25 ton kompos ke 104 kelurahan di Kota Tangerang secara gratis.

Baca Juga:   Kemensos & BPS Mulai Ground Check DTSEN, Data Sosial Ekonomi Akan Lebih Akurat

“Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot untuk mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomi. Masyarakat bisa mendapatkan kompos ini secara gratis,” ujar Nurdin saat melepas truk yang membawa kompos ke berbagai wilayah.

Nurdin juga berharap program Sedekah Kompos ini dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah di rumah masing-masing.

“Kami ingin masyarakat lebih aktif memilah sampah organik dan menyumbangkannya untuk dikelola di TPA. Dengan demikian, budaya pemilahan sampah akan semakin berkembang di lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Pengolahan sampah menjadi kompos ini juga bertujuan untuk memperpanjang usia TPA Rawa Kucing dengan mengurangi volume sampah yang menumpuk. Selain itu, kompos yang dihasilkan akan didistribusikan ke masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Tangerang untuk mendukung aktivitas pertanian perkotaan.

“Selain teknologi RDF, fasilitas composting di TPA Rawa Kucing mampu menghasilkan 2 ton kompos per hari. Kompos-kompos ini kami distribusikan ke masyarakat, terutama KWT, agar bisa dimanfaatkan secara optimal,” pungkas Nurdin.

Baca Juga:   Hanya 1-3% Populasi, Inilah Kepribadian INFJ yang Penuh Misteri

(d10)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia