Gorontalo – Dalam menyambut kepulangan 967 jemaah haji asal Provinsi Gorontalo, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Gorontalo kembali menunjukkan peran krusialnya di balik layar pelayanan ibadah haji. Tak hanya mengatur lalu lintas biasa, kali ini Dishub turun langsung mengoordinasikan skenario transportasi pemulangan jemaah secara terstruktur, tertib, dan tentunya aman.
Berlangsung di Aula Jabal Uhud Asrama Haji Gorontalo pada Rabu (25/06/2025), Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang digagas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjadi panggung utama bagi Dishub untuk menyelaraskan gerak dengan berbagai instansi. Semua ini demi satu tujuan besar: menghadirkan kenyamanan dan keselamatan bagi para tamu Allah saat pulang ke kampung halaman.
Melalui partisipasinya dalam Rakor, Dishub memastikan bahwa seluruh armada transportasi, baik darat maupun udara, siap dikerahkan sesuai jadwal kepulangan jemaah yang tergabung dalam tiga kloter: 28, 30, dan 32.
“Kami tidak ingin ada kendala teknis yang mengganggu pemulangan. Dishub fokus pada pengaturan lalu lintas, kesiapan kendaraan penjemput, dan koordinasi dengan UPBU Djalaluddin serta pihak maskapai,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Muh. Jamal Nganro.
Bersama Dinas Kesehatan, Kemenag, Satpol PP, Bea Cukai, hingga maskapai penerbangan, Dishub menyusun pola pengamanan transportasi mulai dari Asrama Haji hingga ke daerah tujuan jemaah di Gorontalo.
Dishub Gorontalo juga memainkan peran dalam pengaturan bagasi jemaah dan distribusi air zam-zam. Semua logistik dipastikan sampai di tangan jemaah atau keluarga secara tepat waktu melalui bantuan pengangkutan yang dikawal ketat.
Untuk jemaah dari Kota Gorontalo, penjemputan dilakukan langsung oleh keluarga di Asrama Haji. Sedangkan jemaah dari kabupaten lain seperti Bone Bolango, Boalemo, Pohuwato, Kabupaten Gorontalo, dan Gorontalo Utara akan dijemput oleh tim dari Pemda setempat yang sudah disiapkan Dishub bersama stakeholder terkait.
Pemulangan jemaah haji bukan sekadar agenda rutin tahunan, tapi wujud nyata profesionalisme pelayanan pemerintah kepada warganya. Dishub Gorontalo memastikan jalur dan moda transportasi yang digunakan selama pemulangan tetap mengedepankan prinsip safety first.
“Dishub punya tanggung jawab moral untuk memastikan semua armada dalam kondisi laik jalan, sopir sehat, dan rute perjalanan jemaah benar-benar aman dari gangguan lalu lintas,” lanjut Jamal.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Gorontalo, M. Muflih B. Fattah, mengapresiasi peran strategis Dishub dalam pemulangan jemaah. Menurutnya, suksesnya tahap akhir ibadah haji sangat bergantung pada kelancaran transportasi dan logistik.
“Pelayanan yang paripurna tidak bisa dicapai tanpa koordinasi kuat, terutama dari sektor perhubungan,” tegasnya dalam sambutan Rakor.
Lewat kerja diam-diam tapi berdampak besar, Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo kembali membuktikan perannya sebagai garda depan keselamatan dan kenyamanan publik. Tahun ini, mereka tak hanya bicara soal jalan dan rambu, tapi hadir langsung dalam peristiwa sakral: menyambut kepulangan jemaah dari Tanah Suci. (**)














