Dosen Diharuskan Bergelar Doktor, Rektor : UG Telah Lakukan Persiapan Sejak Dini

Rektor UG, Dr. Ibrahim Ahmad, SH, MH

KAMPUS DAILY – Berdasarkan peraturan dari BAN-PT, pemenuhan persyaratan jumlah dosen untuk mengajar saat ini minimal harus memiliki ijazah S3 atau gelar Doktor untuk setiap program studi. Nah hal ini dikemukakan oleh BAN-PT di era industri 4.0 menuju era industri 5.0 dimana itu tuntutan dari BAN-PT bahwa dosen pengajar di perguruan tinggi itu wajib memiliki gelar Doktor.

Menanggapi hal tersebut Rektor Universitas Gorontalo Dr. Ibrahim Ahmad SH, MH, menjelaskan bahwa UG telah siap dengan peraturan tersebut. “Dan kalau menurut peraturan BAN PT ke depan itu yang diharapkan dosen harus S3, harus bergelar Doktor saya kira bagi UG itu tidak masalah tidak merupakan suatu beban,” kata Rektor.

Karena, tutur Ibrahim, Universitas Gorontalo dan Yayasan Pendidikan DLP Gorontalo sudah kurang lebih sejak tahun 2014 sudah menyiapkan itu, dari 2014 sudah mempersiapkan SDM dosen nya untuk bisa bergelar S3 atau Doktor.

“Karena itu bukti-bukti persiapan universitas dengan Yayasan dari 2014 itu dosen yang bergelar doktor baru dua orang, sekarang di 2020 dosen yang bergelar doktor sudah 22 orang, dan ditambahan lagi dengan yang sedang studi itu ada 26 orang sehingga itu diperkirakan paling lama 2022 ya minimal ada 40 doktor di UG,” ujar Ibrahim.

“Jadi kalau kita kembali berbicara tentang pengharapan atau peraturan BAN-PT tentang dosen harus S3 saya kira Universitas Gorontalo dari jauh jauh hari sudah mempersiapkan itu.” pungkasnya. (Daily08/ty)







Sablon Kaos Satuan di Gorontalo