Dua Desa di Tulungagung Kebanjiran, Ini Penyebabnya?

Pasca Banjir Surut (foto: Roham/dailypost.id)

DAILYPOST.ID , Tulungagung – Hujan yang mengguyur Kecamatan Campur darat, Kabupaten Tulungagung kemarin malam pukul 23.30 wib (6/11/22) mengakibatkan banjir bandang, banjir yang diakibatkan oleh alih fungsi hutan menjadi penyebab utama, diantaranya dua desa yang terdampak hingga saat ini, Senin (7/11/22).

Sementara itu desa Besole yang memiliki populasi lebih dari 12.000 jiwa dan warga yang saat ini terdampak hampir 75% tersebut hanya bisa pasrah menerima keadaan dikala datang nya banjir bandang tahunan yang sudah menjadi langganan.

“Kita sebagai warga hanya bisa pasrah,jika hujan terus air dari sungai meluber sampai masuk ke dalam rumah ya sebelumnya saya siap – siap di ganjal pintu supaya tidak masuk tapi kalo airnya deras kan masuk ya saya pasrah” ujar ramijan (43) salah satu warga desa Besole yang terdampak.

Ramijan mengatakan dirinya serta warga yang lain hanya bisa pasrah menunggu jika banjir bandang tiba hingga surut meski keluarganya harus beristirahat di dalam rumah yang tergenang air.

Di sisi lain saat di mintai keterangan kepala Desa Besole menjelaskan banjir bandang tahunan yang tidak pernah kunjung solusi yang tepat baik dari perhutani hingga pemerintah daerah kabupaten tulungagung,meski normalisasi sungai rutin di lakukan setiap tahun tidak mengurangi dampak banjir bandang tersebut bahkan menurutnya banjir bandang kali ini terbilang paling parah dari tahun tahun sebelumnya.

“Yang terdampak itu lebih dari 75% warga saya dari 12.500 jiwa,karena desa Besole ini salah satu desa terluas di kabupaten tulungagung,banjir kali ini bisa saya pastilan banjir terparah selain karna gunung yang gundul di tanami jagung juga di sebabkan tanggul sungai niyama jebol sehingga banjir pun deras” ujar Suratman kepala desa Besole.

Suratman berharap pihak perhutani bisa bersosialisasi dengan pihak desa dan warga untuk menanampohon yang produktif baik bagi petani maupun untuk lingkungan agar banjir bandang tahunan bisa di minimalisir.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini namun kerugian tmdi tafsir mencapai puluhan juta rupiah selain alat alat eltronik milik warga dan desa banjir bandang juga menyebakan gagal panen. (Rohman)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia