, Limboto – Dalam rangka mendukung Festival Dunia World Coconut Day yang akan digelar bulan September mendatang, berbagai pihak telah berkomitmen untuk turut serta dalam acara internasional yang akan diadakan di Kabupaten Gorontalo. Dengan dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sektor swasta, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dewan Kelapa Indonesia, International Coconut Community (ICC), Perguruan Tinggi, serta panitia lokal dan panitia pusat termasuk Lembaga Kementerian Perhelatan Festival Dunia World Coconut Day 2023, acara tersebut diharapkan menjadi sukses besar.
Dalam upaya menuju acara internasional tersebut, Kementerian Pertanian Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, selaku tuan rumah, telah meluncurkan World Coconut Day 2023. Acara tersebut ditandai dengan penanaman pohon kelapa Genjah di Ruang Terbuka Hijau (RTH), Kecamatan Telaga, pada hari Selasa, 27 Juni 2023. Penanaman pohon kelapa Genjah ini dilakukan oleh Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua.
Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian, Dr. Jan S Maringka, menyampaikan dukungan penuh terhadap acara dunia yang akan berpusat di Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Dr. Jan S Maringka menjelaskan bahwa Kabupaten Gorontalo menjadi tuan rumah kegiatan World Coconut Day 2023 bukan secara kebetulan, melainkan sebagai hasil dari kerja keras dan keberhasilan India sebagai tuan rumah sebelumnya. Ia berharap seluruh stakeholder dan masyarakat dapat turut membantu dalam mensukseskan acara peringatan hari kelapa sedunia tersebut.
“Kami dengan tegas mendukung pencanangan World Coconut Day yang akan berlangsung pada tanggal 2 September mendatang. Tidak ada alasan untuk tidak mendukung. Terlebih lagi, pada tanggal 15 Juni lalu, Gorontalo juga ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani dan Nelayan (Penas) ke-16 di Padang,” ungkap Dr. Jan S Maringka.
Sementara itu, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, menekankan bahwa World Coconut Day bukan hanya acara seremonial semata, tetapi juga merupakan upaya untuk mendorong kembali peran penting kelapa sebagai industri nomor satu di Indonesia. Menurutnya, pohon kelapa dan buahnya memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat di seluruh nusantara.
“Kelapa telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita sejak lahir hingga meninggal dunia. Secara sosiologis, kelapa sangat banyak digunakan oleh masyarakat. Lebih dari 20 negara akan hadir dalam acara dunia ini, dan semuanya adalah anggota International Coconut Community,” jelas Nelson.
Nelson, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa, mengungkapkan bahwa industri kelapa di Indonesia pernah menjadi salah satu bidang unggulan dan berada di peringkat pertama skala internasional sekitar lima tahun yang lalu. Namun, angka tersebut mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. “Dulu kita memiliki 3,7 juta hektar lahan kelapa, namun sekarang jumlahnya turun menjadi 3,4 juta hektar,” ucap Nelson.
“Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menyiapkan 100 ribu bibit kelapa untuk ditanam tahun ini. Penanaman bibit kelapa ini tidak hanya untuk menghadapi World Coconut Day bulan September mendatang, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kembali peran industri kelapa. Kami juga akan mengadakan workshop yang akan dihadiri oleh seluruh industri. Ini juga merupakan langkah untuk mendorong Balai Kelapa di Manado sebagai pusat riset kelapa, sehingga kolaborasi ke depan dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.
Dalam acara tersebut, juga dilakukan penyerahan jagung hibrida seberat 37,100 kg dan padi Inpari seberat 37,50 kg dari Balai Standarisasi Instrumen Pertanian Gorontalo, serta penyerahan pupuk phonska plus seberat 500 kg dan SP seberat 26,500 kg dari Petro Kimia Spesik.
(rls/im)















